Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dosen FSRD ITB Kenalkan Teknologi Virtual Reality Kepada Siswa dan Guru di Lombok Utara

Redaksi Lombok Post • Rabu, 29 November 2023 | 06:23 WIB

VIRTUAL : Para Siswa SDN 04 Sukadana Lombok Utara (KLU) bersama tim dari ITB berpose bersama di sela-sela pengenalan teknologi virtual reality (VR) pada proses belajar siswa sekolah dasar 8-9 Septembe
VIRTUAL : Para Siswa SDN 04 Sukadana Lombok Utara (KLU) bersama tim dari ITB berpose bersama di sela-sela pengenalan teknologi virtual reality (VR) pada proses belajar siswa sekolah dasar 8-9 Septembe
LombokPost--Teknologi Virtual Reality (VR) dipercaya dapat membantu proses belajar.

Terutama terkait perkembangan kecerdasan spasial melalui berbagai mata pelajaran yang banyak melibatkan grafis, gambar dan imajinasi pada proses belajarnya. Seperti matematika, seni rupa dan pelajaran lainnya.

 

Karena itulah tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diketuai oleh Yogie Candra Bhumi dari Kelompok Keahlian Manusia dan Ruang Interior (KK-MRI) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) mengadakan kegiatan bersama siswa dan guru di SDN 04 Sukadana dan SD Filial Semokan Ruak, Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU)

 

Mereka mengenalkan teknologi virtual reality (VR) pada proses belajar siswa.

Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 8-9 September 2023 dan merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat PPMI ITB 2023 yang menekankan pada bidang pendidikan.

 

“Dengan adanya media digital yang saat ini telah banyak berkembang, simulasi sebuah materi ajar dengan menggunakan teknologi virtual reality (VR) dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk siswa sekolah dasar yang hingga saat ini masih sedikit melibatkan teknologi baru yang melibatkan media digital seperti teknologi virtual reality (VR) ini” ujar  Yogie disela-sela kegiatan.

 

Tim ini sendiri beranggotakan para dosen, asisten akademik dan mahasiswa yang terdiri dari Kukuh Rizki Satriaji, Hatif Adiar Almantara, Eljihadi Alfin, Muhammad Luqman, dan Raditya Farrel Anggaraksa.

 

Mereka melakukan pengenalan teknologi virtual reality (VR) pada siswa dengan cara berinteraksi langsung di kelas. Caranya diawali dengan pengenalan perangkat headset VR Meta Quest 2 dan setelahnya setiap siswa bergantian mencoba menggunakannya.

 

Sementara itu di ruang yang berbeda, para guru melakukan workshop bersama tim ITB dan Komunitas karasa.bdg yang diwakili oleh Andi Abdul Qodir dan Arum Kartikaningbudi.

 

Workshop yang dilakukan adalah mengenai berbagai metode kreatif yang dapat dilakukan untuk dapat memperkaya proses belajar di kelas, termasuk metode yang dapat melibatkan teknologi sebagai alat bantu mempercepat dan mempermudah proses belajar siswa.

 

Proses pengenalan teknologi virtual reality (VR) dilakukan dengan melibatkan 40 siswa kelas 5 dan kelas 6 yang secara bergantian menggunakan perangkat headset VR Meta Quest 2.

 

Para siswa dikenalkan kepada sifat dasar teknologi virtual reality (VR) yang dapat menampilkan dunia virtual tiga dimensi secara interaktif. Setiap siswa dapat merasakan bagaimana teknologi virtual reality (VR) bekerja dengan melalui 2 macam pengenalan.

 Pertama setiap siswa merasakan berada pada ruang virtual yang penuh dengan bola-bola besar berwarna putih, merah dan biru. Dimana mayoritas siswa dapat mengidentifikasi warna dan jumlah bola dengan benar.

 

Sementara itu pada pengenalan yang kedua, setiap siswa diminta untuk lebih aktif berinteraksi di ruang virtual dengan memainkan game berjudul “Beat Saber”. Dimana siswa mendapatkan pengalaman yang terkesan nyata dengan menggerakkan seluruh badan dengan mengikuti instruksi memainkan pedang di dalam game tersebut.

 

“Melalui game ini seorang siswa dapat lebih jauh merasakan kedalaman ruang virtual dan merespon stimulus ruang yang terdapat di dalam game,” tambahnya.

 

Media digital sendiri memungkinkan untuk menampilkan sebuah materi ajar dan materi uji ke dalam bentuk visualisasi yang lebih interaktif. Visualisasi yang interaktif dinilai memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap proses belajar anak serta meminimalisir terjadinya salah persepsi dari materi belajar.

 

“Dengan penggunaan teknologi virtual reality (VR) ini diharapkan terjadi percepatan atau mempermudah proses belajar seorang siswa di tahap sekolah dasar, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kehidupan siswa di masa depan,” pungkasnya.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Institut Teknologi Bandung (ITB) #SD Filial Semokan Ruak #virtual reality #SDN 04 Sukadana #Lombok Utara