Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TKD Ganjar Mahfud NTB Tepis Survei Dr Zul : Tidak Jelas!

Redaksi Lombok Post • Minggu, 7 Januari 2024 | 23:35 WIB

TGH Muzihir (Dewi/Lombok Post)
TGH Muzihir (Dewi/Lombok Post)
LombokPost--Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud NTB Muzihir menepisasil survei yang disampaikan mantan Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah. Menurutnya kebenaran hasil survey yang menyatakan elektabilitas Ganjar-Mahfud di NTB 9 persen sama sekali tidak berdasarkan atas fakta.

 

 “Itu katanya off the record, tapi disampaikan di mana-mana. Terus itu lembaga surveinya juga tidak jelas,” ujar Muzihir.

 

Sementara itu pengamat politik NTB Darwan Samurdja memaparkan hasil survei lembaga ASI yang menunjukan elektabilitas Ganjar-Mahfud di kalangan generasi Z. Kata dia, survei tersebut dilaksanakan pada tanggal 16- 21 Desember 2023 secara nasional di 34 Provinsi di Indonesia. Sasarannya adalah Generasi Z yang adalah penduduk usia 17-23 tahun.

 

Adapun hasilnya elektabilitas Ganjar-Mahfud 34,9 persen, Prabowo-Gibran 33,1 persen, dan Anies-Cak Imin 26,1 persen. Sementara responden yang menyatakan tidak tahu sebanyak 5,9 persen.

 

“ASI ini menarik. Di mana dia memusatkan perhatian pada generasi Z yang menjadi mayoritas pemilih di Indonesia hari ini,” kata Darwan pada Lombok Post.

 

Namun kendati Ganjar-Mahfud mendapatkan elektabilitas tertinggi di nasional, Darwan meragukan jika hasil yang sama didapatkan juga di NTB. Menurutnya, tipikal pemilih generasi Z di NTB berbeda dengan generasi Z di pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya.

 

“Tanpa berniat merendahkan, kita melihat cara berpikir generasi Z di kota-kota besar memang lebih kritis. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya lingkungan pendidikan,” jelasnya.

 

Di NTB sendiri, generasi Z lebih banyak di pondok-pondok pesantren atau lembaga pendidikan swasta. Di mana pandangannya masih sangat bisa dipengaruhi oleh pimpinan lembaga tempatnya menimba ilmu. “Jika tuan gurunya berpolitik dan menentukan pilihan, bisa jadi pilihannya akan sesuai dengan  ke mana arah politik tuan gurunya,”  tutur Darwan.

 

Direktur Lembaga Prediksi Survei dan Statistik Indonesia (Presisi) itu juga menuturkan generasi Z merupakan pemilih yang gagasannya original namun bersifat tidak tetap. Artinya, generasi Z yang mulai tertarik pada politik akan sangat terpengaruh oleh gagasan-gagasan yang menurutnya sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

“Dan saya pikir, kehadiran Gibran sebagai Cawapres menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi Z hari ini pada Pilpres 2024,” terangnya.

 

Darwan menjelaskan, sebagaimana rilis yang dibaca di media, survei ASI dilakukan dengan cara telesurvei melalui metode random digit dialing (RDD). Di mana teknik penarikan sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi dan screening. Adapun jumlah sampel 1200 responden dan dengan asumsi simple random sampling, maka margin of error (MoE) adalah +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (tih/r2)

 

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Anies Muhaimin #Ganjar Mahfud #prabowo gibran