Hal itu ia sampaikan saat memberikan ceramah dalam acara pengajian dan doa bersama untuk Ganjar-Mahfud di GOR Hamzanwadi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/1) pekan lalu.
“Pertarungan Pilpres itu bukan perang saling menjatuhkan. Kita tidak boleh di media sosial menghujat, menjatuhkan kehormatan apalagi memfitnah calon yang lain,” pesan TGB.
Masyarakat mesti menjadikan momen Pemilu 2024 sebagai ajang fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Wakil Ketua Koordinator Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud juga menerangkan kontestasi Pilpres bukan ajang untuk saling menjatuhkan.
Terlebih saat ini, kata TGB, umat islam telah memasuki bulan Rajab. Rajab adalah bulan Allah yang agung. Kemuliaan dan keutamaannya tak tersaingi oleh bulan-bulan lainnya. Mantan Gubernur NTB dua periode itu mengingatkan jika bulan Rajab merupakan bulan yang diharamkan berperang atau bermusuhan dengan orang lain.
“Jadi kalau ada orang yang mengumpat dan menghina itu biarkan saja. Dinasehati. Kalau tidak bisa biarkan saja,” ujarnya.
Ketua Harian Nasional Perindo itu menutup ceramahnya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat perdamaian di Indonesia menjelang hari pemilihan nanti. Menurutnya, Pilpres merupakan ajang untuk adu gagasan dan visi-misi, bukan menjatuhkan satu sama lain.
“Mari kita rawat terus semangat perdamaian. Karena itu kita jalani proses ini dengan kerja keras tanpa menjatuhkan. Tanpa mengumpat apalagi memfitnah orang lain,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan visi dan misi paslon nomor urut 03 Ganjar-Mahfud. (tih/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post