“Modifikasi mobil wisata odong-odong itu rata-rata tidak safety dan belum memenuhi uji kelayakan,” jelas Kasatlantas Polresta Mataram AKP Yozana Fajri Sidik.
Sebagian besar penumpang odong-odong adalah anak-anak. Sementara pembatas kiri dan kanan mobil tersebut lebih rendah dibandinkan dengan tinggi anak-anak saat berdiri. Sehingga sopir atau kondektur harus lebih hati-hati.
“Tidak boleh ngebut serta memantau penumpang setiap saat,” ucapnya.
Sejumlah odong-odong yang melintasi Bundaran Udayana pun terpaksa dihentikan. Petugas Satlantas Polresta Mataram memberikan edukasi dan sosialisasi terkait keamanan di jalan raya.
Hasil pengecekan petugas, beberapa odong-odong belum dilengkapi safety yang optimal dan sebagian besar menggunakan kendaraan yang sudah uzur.
“Sebetulnya kalau mobil modifikasi odong-odong tersebut tidak diperbolehkan mengangkut penumpang, akan tetapi karena berbagai pertimbangan mobil tersebut diperbolehkan, asal tetap berhati-hati dan tidak melintasi jalan utama atau KTL (kawasan tertib lalu lintas),” jelasnya.
Untuk itu, edukasi terus dilakukan agar masyarakat memahami dan mengerti tentang pentingnya keamanan kendaraan di jalan raya.
Yozana berharap dengan sosialisasi berupa edukasi, teguran ataupun imbauan yang disampaikan kepada sopir odong-odong dapat membantu mendorong terciptanya kamseltibcar lantas. (ton/r8)
Editor : Marthadi