APEL pagi baru saja usai. Ketika Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, seperti biasa menanti sinar matahari pagi di kursi tongkrongan samping pos jaga kantor wali kota.
Beberapa pejabat terlihat asyik bercengkerama.
Menggoyang-goyangkan badan, melepas penat setelah sekitar satu jam lamanya berdiri di lapangan Sangkareang.
“Sini dulu, ngobrol sambil ngopi,” suara Irwan Rahadi menyapa koran ini dengan nada berwibawa.
Perbincangan ngalor ngidul mengiringi hasta demi hasta matahari pagi merangkak naik.
Tak ada tema pembicaraan khusus.
Asal bisa mengocok perut dan tertawa, dibahas dengan lepas.
Sampai kemudian, Bambang EYD, kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Mataram datang menghampiri. Wajahnya serius.
“Apa tidak ada instruksi pengibaran bendera setengah tiang?” ucapnya.
Kasatpol PP Irwan Rahadi mengerutkan dahi. Ia biasanya tidak pernah melalaikan satu instruksi sepenting itu.
Tetapi untuk lebih meyakinkan diri, Irwan kembali mengecek gawainya.
“Sebentar saya belum terima edarannya ini,” ucapnya dengan wajah serius.
Setelah meyakinkan diri tak ada edaran, sang kasat kemudian mengecek melalui informasi media kredibel.
Hasilnya, muncul sederet berita yang mengabarkan keharusan di tanggal 30 September mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.
“Saya koordinasi dulu,” imbuhnya lagi. Masih dengan wajah serius.
Sesaat kemudian di ujung telepon, terdengar jawaban dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf.
Irwan kemudian membicarakan adanya pemberitaan surat edaran dengan Nomor 23224/MPK.F/TU.02.03/2024 Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang isinya mengimbau agar dilakukan pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September 2024.
Pengibaran bendera setengah tiang ini untuk mengenang peristiwa kelam gerakan 30 September (G30S).
Di mana sejumlah jenderal gugur sebagai pahlawan revolusi akibat penghianatan PKI.
Setelahnya, Irwan kemudian memerintahkan salah seorang anggota Satpol PP.
“Kibarkan bendera setengah tiang!” perintahnya.
Sesaat kemudian, bendera diturunkan setengah tiang.
Penurunan itu, sempat menjadi perhatian beberapa orang yang belum tahu bahkan mungkin lupa 30 September adalah hari bersejarah.
“Hari ini 30 September bendera dikibarkan setengah tiang, dan tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila dan bendera dinaikkan kembali menjadi satu tiang penuh,” timpal Bambang.
Pemkot Mataram beruntung punya pejabat yang tertanam kokoh di dalam jiwanya rasa patriot dan nasionalis yang tinggi pada bangsa dan negara.
Saat mereka sadar hari itu bersejarah, kepedulian untuk melaksanakan pengibaran bendera setengah tiang segera dilaksanakan.
Reflek yang belum tentu muncul, di tempat lain yang halamannya ada bendera merah putih.
Apakah di tempat Anda kemarin, telah dikibarkan bendera setengah tiang? (*/r3)
Editor : Kimda Farida