LombokPost-Tim saber pungutan liar (Pungli) telah memetakan beberapa tempat yang rentan terjadi tindakan pungli.
”Pasar dan tempat parkir yang sangat berpotensi terjadinya Pungli,” kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram Hj Baiq Nelly Kusumawati.
Modus yang digunakan masih gaya lama. Beberapa oknum menarik biaya melebihi dari batas ketentuan yang sudah diatur dalam perundang-undangan.
”Kalau tindakan seperti itu sudah masuk dalam kategori Pungli,” terangnya.
Berbeda dengan parkir. Masih banyaknya juru parkir (Jukir) yang tidak terdaftar malah menarik parkir.
Mereka menggunakan uang hasil penarikan parkir untuk keperluan pribadi.
”Harusnya mereka yang menarik adalah Jukir yang terdaftar,” kata dia.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan pembinaan dan pendataan terhadap Jukir yang tidak terdaftar.
Sebab, tindakan mereka bisa membocorkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Makanya, kita minta setiap Jukir untuk tetap menggunakan identitas parkirnya saat melayani parkir,” ujarnya.
Tidak hanya itu, ada juga Jukir yang terdaftar malah menarik parkir melebihi jumlah yang ditentukan.
”Untuk itu, kami meminta para jukir harus tetap membawa kode QR atau pembayaran secara digital,” ujarnya.
Hal itu memang sulit terdeteksi. Sebab, pengawasan di lapangan masih kurang.
”Yang perlu dilakukan juga adalah kesadaran bagi pengguna parkir untuk membayar sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Misalnya, saat ini ketentuan parkir bagi kendaraan roda dua masih berlaku Rp 1.000. Pengguna parkir harus tetap membayarkan Rp 1.000. Jukir juga harus sadar, jika diberikan uang lebih, harus dikembalikan sisanya.
”Ini malah diam dan tidak kembalikan sisa pembayaran ke pengguna parkir,” kata dia.
Untuk menghindari terjadinya pungli, tim sudah turun ke lapangan. Memberikan sosialisasi. ”Kita lakukan tindakan preventif dulu,” ujarnya.
Untuk sementara ini, tim masih disibukkan dengan Pilkada. Sehingga, intensitas turun ke lapangan lebih sedikit.
”Beberapa tim diminta untuk fokus dalam pelaksanaan Gakkumdu pada Pilkada,” bebernya.
Tetapi, tim sudah menggelar rapat. Jadwal untuk melakukan pencegahan sudah ada.
”Jadi kami tetap jalan. Intelijen jalan. Tetap kita minta data-data,” ujarnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida