LombokPost-Untuk menggenjot swasembada pangan, di Provinsi NTB akan ada cetak sawah baru seluas 5 ribu hektare.
Ini menjadi salah satu program unggulan dari Presiden Prabowo.
”Potensi ada 5 ribu hektare. Tapi untuk program 100 hari (Presiden Prabowo) kita targetkan 1.000 hektare dulu,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Ni Nyoman Darmilaswati, Jumat (1/11).
Darmilaswati menjelaskan, setiap kabupaten/kota menyerahkan data lahan yang berpotensi untuk mencetak sawah baru.
Mencetak sawah baru ini untuk memaksimalkan lahan-lahan yang berpotensi jadi sentra produksi pangan untuk digunakan.
Yang memiliki sumber air dan saluran irigasi. Dengan memperhatikan juga kemiringan area lahan agar tidak menyebabkan banjir dan longsor saat dilakukan penanaman.
”Jangan sampai lahan itu dicetak, tapi tidak ada sumber air kan sia-sia uang negara,” terangnya.
Cetak sawah baru ini tidak hanya ditujukan untuk penanaman padi. Tetapi dapat dikonversi untuk penanaman komoditas lain. Namun perlu dipastikan untuk sumber air terlebih dulu.
Karena merupakan program pusat, pemerintah daerah menginginkan ada juga bantuan untuk sarpras pertanian. Seperti pupuk, benih, alat mesin pertanian, jaringan irigasi, hingga peningkatan kemampuan SDM.
Terpisah, PIC Distanbun NTB untuk 7 program 100 hari Presiden, Muhammad Jaswadi Putra mengatakan, cetak sawah baru secara nasional yang diluncurkan pada 2025 nanti sebanyak 150 ribu. Untuk NTB, dari potensi 17 ribu hektare, akan direalisasikan 5.080,19 hektare.
”Itu sudah ada dari Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) di 7 kabupaten. Di luar Kota Mataram, Kota Bima, dan Lombok Tengah,” kata Jaswadi.
Untuk Kota Mataram, Kota Bima, dan Lombok Tengah tidak ada lahan untuk cetak sawah baru. Karena, persyaratan dari cetak sawah baru adalah memiliki sumber air.
Meski dilihat lahan yang dimiliki dari ketiga wilayah tersebut juga luas, namun tidak ada potensi lahan yang memiliki sumber air untuk irigasi.
Sesuai data yang ada, usulan cetak sawah rakyat yang ada di Distanbun NTB dari Kabupaten Lombok Barat (Lobar) seluas 20 hektare; Lombok Utara 425,97 hektare; Lombok Timur 142,44 hektare; Sumbawa Barat 254,28 hektare; Sumbawa 2.499 hektare; Dompu 1.240,5 hektare; Bima 498 hektare. (chi/r11)
Editor : Kimda Farida