Lombok Post - Untuk memastikan kesehatan warga binaan dan mencegah penyakit menular.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong melakukan skrining kesehatan bagi 63 napi bekerja sama dengan dinas kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) dalam hal ini Puskesmas Selong.
“Pemeriksaan kesehatan ini fokus pada pencegahan, deteksi dini dan perawatan bagi warga binaan yang mungkin terpapar penyakit,” terang Kepala Lapas (Kalapas) kelas IIB Selong Ahmad Sihabudin, Rabu (21/5).
Baca Juga: Bobon Santoso Bongkar Proses Produksi Wafer Tango, Pabrik Raksasa Asli Indonesia Tembus Pasar Dunia
Kata dia, kegiatan ini juga untuk memastikan bahwa napi yang terinfeksi penyakit terutama TBC, HIV dan infeksi penyakit menular seksual (IMS), dapat segera mendapatkan perawatan medis lebih lanjut dan lebih tepat.
Kesehatan warga binaan merupakan prioritas utama, untuk menciptakan lingkungan Lapas yang sehat dan aman.
Kerja sama dengan Dinas Kesehatan diyakini dapat mencegah penyebaran penyakit secara lebih efektif.
“Melalui kegiatan ini kami juga berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi warga binaan,” katanya.
Upaya ini diakui sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan warga binaan dan mengurangi risiko penularan penyakit menular yang dapat mengancam kesehatan warga binaan.
Pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan dua kali sebulan.
Saat ini lapas kelas IIB Selong sudah melebihi kapasitas.
Dengan total penghuni mencapai 446 orang. Yang terdiri dari 83 pengajar dan 363 pengajar.
Sehingga pengecekan kesehatan ini sangat penting dilakukan, karena kondisi over kapasitas dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua warga binaan terdiagnosis TBC. Tapi kami sudah menyiapkan dua ruangan khusus yang terpisah dari penghuni lain. Ini untuk mencegah penularan ke yang lain,” Pungkasnya.
Sementara itu, Dr Erni Hidayat petugas Puskesmas Kesehatan Selong menyampaikan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan ini fokus pada pemeriksaan TBC, HIV dan IMS. Terutama bagi warga binaan yang baru masuk ke dalam lapas.
“Sebanyak 63 warga binaan menjalani skrining kesehatan. Untuk deteksi TBC dilakukan pemeriksaan dahak terhadap 20 orang. Sementara pemeriksaan HIV dan IMS dilakukan melalui pengambilan sampel darah,” jelasnya.
Baca Juga: Satpam Pengedar Narkoba Jaringan Batam Dikerangkeng, Polisi Temukan Sabu 1 Ons
Jika ditemukan warga binaan yang terdiagnosis penyakit menular akan dilakukan perawatan secara berkala untuk memastikan pemulihan. Petugas kesehatan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga binaan di dalam lapas. (Par)
Editor : Kimda Farida