LombokPost – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram tengah merancang operasional transportasi umum yang lebih nyaman dan modern.
Tahun ini, Dishub akan mendatangkan satu unit bus sekolah tambahan.
Dengan demikian, total akan ada dua armada yang dijadikan pilot project angkutan umum di Kota Mataram.
Baca Juga: Tidak Boleh Asal Ikut Tren, Transportasi Publik Jangan Layu Sebelum Berkembang!
“Bus sekolah ini akan menjadi permulaan angkutan umum yang lebih baik di Kota Mataram,” kata Kepala Dishub Kota Mataram Zulkarwin, Rabu (21/5).
Ia menjelaskan, bus sekolah menjadi rintisan menuju pengadaan transportasi umum yang lebih memadai.
“Kami ingin melihat bagaimana animo dan respon masyarakat. Supaya ke depan kami bisa merencanakan secara tepat angkutan umum yang ideal,” paparnya.
Baca Juga: Pemkot Mulai Lakukan Kajian, Hidupkan Lagi Transportasi Publik di Mataram
Zulkarwin memastikan, transportasi umum berbasis bus sekolah akan lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Setiap kendaraan dilengkapi fasilitas seperti global positioning system (GPS).
Fasilitas ini memungkinkan masyarakat atau calon penumpang berkumpul langsung dengan posisi kendaraan.
Baca Juga: Temui Menteri Perhubungan, Gubernur Iqbal Bahas Penguatan Transportasi Umum
“Misalnya kalau calon penumpang ada di mal Epicentrum, tinggal melihat aplikasi, mereka tahu posisi angkutan saat ini,” paparnya.
Dengan GPS, penumpang dapat menentukan waktu keberangkatan dan menentukan kapan harus menunggu di tepi jalan.
Selain itu, Dishub juga akan memasang CCTV dalam kendaraan, serta menyiapkan fasilitas ramah difabel.
“Jadi tahun ini, Insya Allah kita memiliki dua armada bus sekolah dengan kapasitas masing-masing 17 orang,” jelas Zulkarwin.
Baca Juga: Dishub Lombok Tengah memperingatkan Penggunaan Bus Sekolah untuk Angkut Pelajar
Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Mataram Agus Sunandar menambahkan, berencana telah merancang rute layanan.
Rute dirancang menghubungkan wilayah utara dan selatan Kota Mataram, melintasi kawasan dengan aktivitas lalu lintas tinggi dan beragam kegiatan masyarakat, seperti fasilitas pendidikan, perkantoran, perdagangan, jasa, dan wisata.
“Rute-rute ini sudah kami petakan dari utara ke selatan,” kata Agus.
Terkait waktu operasional, Dishub masih menunggu proses pengadaan bus tambahan rampung.
Setelah itu, persiapan operasional akan dimatangkan.
“Untuk kepastian waktu Arahan lebih lanjut menunggu Pak Wali Kota,” paparnya.
Dishub Kota Mataram juga terus memperkenalkan kembali angkutan umum, dimulai dengan program angkutan pelajar menggunakan bemo kuning.
Ini menjadi bagian dari upaya memberdayakan bemo kuning sekaligus membiasakan pelajar menggunakan angkutan umum.
Program ini telah berjalan sejak akhir 2024 dan masih berlanjut hingga kini.
Titik layanan berada di depan SMPN 7 Mataram, melayani tiga rute: 7A dari arah Gebang sampai Karang Kecicang, Cakranegara; 7B dari Karang Anyar ke Pagesangan; dan 7C dari Karang Genteng dan sekitarnya. ***
Editor : Kimda Farida