LombokPost - Syal Ustad Abdul Somad laku terjual seharga Rp175 juta dalam acara pengajian akbar bertema “Kaya Berkuasa atau Hamba Biasa” di Ballroom Hotel Lombok Raya, Minggu (25/5).
Acara yang dihadiri lebih dari seribu jemaah ini diselenggarakan oleh Komunitas Masjid Jalan Cahaya.
Momen yang paling menyedot perhatian dalam pengajian Ustad Abdul Somad di Mataram itu terjadi saat proses lelang syal UAS.
Syal bermotif tenun yang dikenakan langsung oleh UAS dilelang untuk keperluan sosial dan dakwah.
Dibuka dengan angka Rp5 juta, penawaran langsung melambung karena antusiasme jemaah yang begitu tinggi.
Lelang berlangsung ketat dan cukup lama. Penawaran terus berloncatan hingga akhirnya syal Ustad Abdul Somad terjual di angka Rp175 juta.
Lelang syal UAS itu dimenangkan oleh Kanzul Asril Majid, pengusaha kuliner dan pemilik “Bakso Pak Majid” di Kota Mataram.
“Ini bukan soal harga. Ini tentang niat untuk menyokong dakwah dan kemuliaan agama,” ujar Kanzul, usai menerima syal UAS langsung dari tangan sang ustad.
Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Somad mengingatkan jemaah agar menjadikan kekayaan sebagai alat beramal, bukan tujuan akhir.
“Jangan bangga dengan kekayaan, tapi banggalah ketika kekayaanmu bermanfaat untuk agama Allah,” kata UAS yang disambut pekikan takbir dari jemaah.
Herman Husdiawan, pengasuh Komunitas Masjid Jalan Cahaya, menjelaskan bahwa seluruh hasil dari lelang syal Ustad Abdul Somad ini akan digunakan untuk pembangunan masjid serta santunan kepada para hafiz Al-Qur’an.
“Semoga ini menginspirasi jemaah lainnya. Amal jariyah ini tidak berhenti di sini,” ujarnya.
Acara pengajian UAS di Mataram bukan hanya menyuguhkan ilmu agama, tapi juga membuka pintu-pintu kebaikan lewat kontribusi nyata untuk umat.
Momen lelang syal UAS ini jadi bukti bahwa kepedulian dan semangat gotong-royong umat masih sangat kuat di Lombok. (***)
Editor : Alfian Yusni