Pemkot Mataram Siap Distribusikan Puluhan Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha
Sanchia Vaneka• Kamis, 5 Juni 2025 | 09:48 WIB
HEWAN QURBAN
LombokPost--Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah memulai persiapan penyaluran hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha.
Hingga Rabu (6/5), Pemkot Mataram telah menerima total 8 ekor sapi dan 18 ekor kambing dari berbagai sumber, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, dan BUMD.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram, Amir Wisuda, menyatakan bahwa jumlah hewan kurban yang terkumpul masih berpotensi bertambah, terutama dari kontribusi OPD.
Secara rinci, Bagian Kesra sendiri telah mengupayakan pengadaan 6 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Beberapa OPD seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Sekretariat Daerah, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga turut menyumbang.
Selain itu, Perumda Air Minum Giri Menang menyumbangkan satu ekor sapi, dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) juga berpartisipasi aktif.
Amir Wisuda menjelaskan bahwa Pemkot Mataram telah menyurati sekitar sepuluh perusahaan besar untuk turut serta dalam program kurban Idul Adha tahun ini, di antaranya PTAM Giri Menang, Amman Mineral, Bank NTB Syariah, dan BPR NTB.
Dari daftar tersebut, PTAM Giri Menang dan PT AMNT telah merealisasikan bantuannya.
Saat ini, seluruh hewan kurban yang telah terkumpul telah dibawa ke Kantor Wali Kota Mataram.
Proses penyerahan atau distribusi hewan kurban ini direncanakan sebelum Hari H Idul Adha.
"Sebisa mungkin, paling tidak besok. Menunggu arahan Pak Wali," ungkap Amir.
Proses distribusi hewan kurban akan diprioritaskan berdasarkan surat permohonan yang telah masuk dari berbagai lembaga atau masjid.
Namun, karena jumlah hewan yang terbatas, keputusan akhir mengenai penerima akan menunggu arahan pimpinan.
Hingga saat ini, sekitar 56 permohonan telah masuk, dan jumlahnya diproyeksikan akan terus bertambah.
Meskipun demikian, Pemkot Mataram tidak dapat memenuhi seluruh permohonan yang ada.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Irwan Harimansyah, memastikan bahwa hewan kurban di Kota Mataram berada dalam kondisi sehat.
Hasil pemeriksaan menyeluruh di 60 titik kumpul di seluruh kecamatan menunjukkan bahwa belum ada indikasi penemuan penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun antraks pada hewan yang diperjualbelikan.
"Belum ada ditemukan, mudah-mudahan tidak ditemukan," ujarnya.
Meskipun pemberian vaksin belum dapat dipastikan, pemeriksaan rutin untuk penyakit antraks dan PMK akan terus dilakukan secara ketat.
Sebagian besar hewan kurban yang diperiksa terdiri dari kambing dan sapi, serta beberapa domba.
Irwan memperkirakan jumlah total hewan kurban dari 60 titik kumpul bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan ekor.
Contohnya, di salah satu titik kumpul di Rembiga saja terdapat sekitar 20 sapi dan 40 kambing dengan berat badan beragam.
Mayoritas hewan kurban berasal dari Pulau Lombok. Namun, ada juga beberapa hewan yang didatangkan dari Pulau Sumbawa.
Untuk hewan dari luar daerah, persyaratan masuk ke Kota Mataram sangat ketat, termasuk bebas dari penyakit menular dalam tiga bulan terakhir dan memiliki surat keterangan sehat dari dokter hewan asal.
Perlakuan khusus juga diberikan kepada sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto, yang dicek kesehatannya tiga kali sehari dan diberi pakan rutin untuk memastikan kondisi optimalnya.