LombokPost - Abrasi di sepanjang 9 kilometer pesisir Kota Mataram terus terjadi.
Pelan namun pasti, air laut menggerus pesisir Kota Mataram yang membentang dari Mapak Kecamatan Sekarbela hingga ujung barat Kecamatan Ampenan.
Pada beberapa kasus dan waktu tertentu, sudah ada rumah-rumah yang hancur tergerus hantaman ombak yang mengganas.
Namun, hingga kini belum ada upaya sistematis lengkap dari Pemerintah Kota Mataram untuk menangani abrasi itu.
Penanganannya masih sporadis, saat musim angin warga diungsikan. Karung-karung pasir di pasang.
Di beberapa sudut, sudah ada semacam tanggul atau pemecah gelombang. Namun jumlahnya belum signifikan dan perlu penambahan untuk benar-benar melindungi 9 kilometer pesisir di Kota Mataram.
Ketiadaan anggaran selalu jadi alasan. Hingga berapa kali Pemerintah Kota Mataram mengatakan, butuh bantuan pusat untuk penanganan pesisir di ibu kota Provinsi NTB ini.
Pusat memang harus turun tangan, tapi entah kapan. Yang pasti, pesisir Kota Mataram sedikit demi sedikit semakin tergerus lautan.
Berbicara soal intervensi pusat, dkutip dari akun IG Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto melangsungkan Rapat Terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih terkait pembentukan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pemerintah segera menyiapkan pembangunan tanggul laut di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.
Hal itu guna melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi serta meningkatkan ketahanan lingkungan dan ketersediaan air bersih.
Pembangunan tanggul laut ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi kehidupan masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Sebuah langkah yang patut diapresiasi. Namun yang perlu diingat, masalah abrasi, ketahanan lingkungan, dan ketersediaan air bersih tak hanya jadi PR Pulau Jawa.
Mataram, bahkan Lombok dan Sumbawa secara keseluruhan juga membutuhkan hal serupa.
Karenanya, bolehlah kita berharap, Presiden RI Prabowo Subianto yang menang 3 kali berturut-turut Pilpres di NTB mau menengok Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Atau setidaknya dimulai dari Kota kecil bernama Mataram yang hanya 9 kilometer bentang pantainya. (yuk/r6)