LombokPost - Memelihara hewan peliharaan sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Peluang inilah yang coba ditangkap oleh pengusaha pet shop yang juga pencinta hewan.
Banyaknya pet shop yang kian menjamur membuat pemiliknya lebih mudah merawat hewan peliharaannya.
PAGI menjelang siang, sekitar pukul 11.00 Wita aktivitas di pet shop di pinggiran Kota Mataram ini masih lengang. Bagian depan toko yang terbuat dari full kaca membuat semua aktivitas di dalamnya terlihat jelas dari luar.
Baca Juga: Tarif Penitipan Kucing tergantung Fasilitas, Ada Layanan Penitipan dan Home Service
Tampak seorang pria sedang duduk memandangi layar komputer di hadapannya. Entah apa yang sedang dilihat, raut wajahnya agak serius.
Namun aktivitasnya terhenti, lalu tersenyum ketika mendengar suara pintu yang terbuka dengan dibarengi ucapan "izin". Inilah aktivitas sehari-hari pria berkulit putih tersebut menyambut konsumennya.
pet shop yang rapi, bersih, keadaan dan full AC membuat suasana semakin nyaman ketika konsumen berbelanja. Belum lagi sikap ramah sang pemilik pet shop, Gunawan, dengan cekatan mendampingi pembeli, menjelaskan produk-produk yang dibutuhkan konsumennya.
Baca Juga: Pelihara Kucing Seperti Merawat Anak Sendiri, Rela Rogoh Kocek Cukup Dalam
Pertumbuhan bisnis pet shop memang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini. Di NTB, hampir semua kabupaten dan kota terdapat toko yang menyediakan keperluan hewan peliharaan.
Khususnya di Kota Mataram, hampir di setiap sudutnya terdapat pet shop, baik skala besar hingga skala kecil. Menjamurnya petshop ini tak lepas dari pola gaya hidup masyarakat saat ini yang terus berkembang, termasuk faktor sosial dan ekonomi.
Banyak masyarakat, terutama di kota memilih untuk mengadopsi atau memelihara hewan peliharaan sebagai bagian dari hidupnya. Tidak sedikit dari masyarakat yang menjadikan hewan peliharaannya sebagai teman maupun keluarga di rumah.
Baca Juga: Pulau Kucing di Jepang: Surga Para Pecinta Kucing yang Bikin Healing Total!
Hewan peliharaan tidak lagi sekedar menjaga rumah atau pengusir hama. Melainkan telah menjadi bagian penting dari keluarga.
Pemilik rela mengeluarkan lebih banyak uang dan waktu untuk kesejahteraan hewan kesayangan mereka.
Keberadaan hewan peliharaan yang dinilai dapat menjadi teman setia yang mengurangi rasa kesepian dan stres.
Jenis hewan peliharaan yang dipilih pun beragam, namun umumnya banyak berupa anjing, kucing, dan burung.
Fenomena inilah yang kemudian menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hanya saja, menekuni bisnis satu ini tidak bisa sembarangan.
Diperlukan pengetahuan, minimal pengetahuan dasar mengenai dunia hewan peliharaan untuk bisa memahami kebutuhan konsumen nantinya.
Gunawan mengatakan, pengetahuan dasar tentang dunia hewan peliharaan sangat penting dalam menjalankan bisnis pet shop.
Sebab satu jenis hewan peliharaan memiliki beragam jenis spesies dengan ragam kebutuhan yang berbeda-beda.
Contohnya seperti kucing, ada banyak sekali spesies atau rasnya di dunia. Masing-masing dengan karakteristik unik dalam penampilan, temperamen, dan kebutuhan perawatannya.
Baca Juga: 6 Cara Bikin Kucing Jadi Penurut dan Menggemaskan, Nomor 3 Paling Penting!
Memilih kucing yang tepat biasanya disesuaikan dengan preferensi pemilik, gaya hidup, dan kemampuan dalam menyediakan perawatan yang dibutuhkan.
Beberapa spesies kucing peliharaan yang paling populer dan banyak dipelihara.
Di antaranya, kucing domestik atau kampung, kucing Persia, kucing anggora, kucing siam, Maine Coon, Ragdoll, Bengal, sphinx, dan masih banyak lagi.
“Kita perlu pelajari dulu karakter kucingnya seperti apa, biar tahu cara pemeliharaannya,” ujarnya.
Begitu juga dengan anjing, ada banyak spesies dan rasnya.
Di antaranya, anjing lokal atau ras campuran, Golden Retriever, Labrador Retriever, Siberian Husky, Poodle, Pomeranian, Bulldog, Chihuahua, dan masih banyak lagi.
“Kucing dan anjing itu adalah dua hewan yang berbeda, mereka sama-sama hewan peliharaan tapi mereka punya karakter yang berbeda,” ujarnya.
Kucing merupakan makhluk karnivora, sedangkan anjing omnivora.
Menyusun makanan anjing peliharaan dinilai Gunawan lebih mudah dibandingkan kucing.
Untuk kucing, membutuhkan pakan yang memiliki protein tinggi, dalam hal ini protein hewani.
Begitu juga dalam segi perawatannya. Antara satu ras kucing dengan ras lainnya memiliki perawatan yang berbeda.
Contohnya, kucing dengan bulu pendek dan panjang, perawatannya berbeda. Oleh karena itu, pilihan keperluan perawatan yang disediakan di pet shop beragam, termasuk makanannya.
Baca Juga: 7 Cara Melatih Kucing agar Penurut dan Nurut Sama Pemiliknya
Gunawan membagikan pengalamannya salah satu konsumennya yang memelihara seekor anjing ras Husky.
Anjing tipe ini suka dengan kebebasan dan tidak bisa dikurung, serta kecepatan larinya 60 kilometer per hari.
Aktivitasnya yang tinggi membuat anjing Husky membutuhkan tempat yang lebih luas. Jika kurang luas, bisa membuat hewan tersebut stres.
“Lombok dulu tahun 1997 jauh lebih dingin dibandingkan sekarang, dan saya ada yang pemelihara Husky juga,” bebernya.
Suhu juga sangat berpengaruh terhadap hewan peliharaan.
Misalkan kucing bulu panjang, di area yang suhunya panas akan membuat kucing mudah stres dan bulunya rontok.
Oleh karena itu, penting memilih kucing peliharaan sesuai dengan aspek yang satu ini.
Namun permasalahan ini, kata Gunawan dapat diakali dengan menempatkan kucing di ruangan ber-AC agar bulunya tetap tebal.
Selain itu, vitamin kulit dan bulunya juga harus diperhatikan dengan baik, termasuk pakannya.
Tak hanya sekedar berbicara, dirinya mencontohkan langsung ke konsumennya. Hal tersebut terlihat ketika memasuki pet shop milik Gunawan, ada sejumlah kucing lucu dengan rambut tebal dan lembut.
Kucing-kucing menggemaskan itu hadir karena permintaan konsumennya.
Terakhir, ada satu keluarga yan merupakan orang Arab yang meminta kehadiran kucing. Mereka ingin ketika datang ke pet shop bisa melihat kucing-kucing lucu tersebut.
Berbicara soal produk yang dijual di pet shop miliknya, itu menyesuaikan tren dan pasar NTB.
Melihat sebagian besar warga NTB merupakan muslim, tentu saja hewan peliharaan mereka lebih banyak berupa kucing.
Oleh karena itu, produk yang dijual lebih untuk keperluan kucing dibandingkan anjing.
“Kalau kucing ini pakannya spesifik, pakan kucing yang benar itu harus pakan yang basah dan segar karena dia karnivora, jadi pakan butiran ini sebagai pengganti sementara, tidak boleh jadi pakan primer, harus diimbangi sama yang basah karena akan berefek ke kesehatannya,” jelas Gunawan.
Kucing yang terlalu banyak makan makanan kering akan membuat dehidrasi nantinya. Ujung-ujungnya bisa berpotensi terkena penyakit ginjal.
Oleh karena itu pakan primernya lebih baik pakan basah, dan pakan sekundernya pakan kering.
Baca Juga: Bobby Kertanegara, Kucing Sultan yang Tak Lupa Jalanan
Selain pakan, ia juga menjual aneka mainan untuk kucing dan anjing. Mainan-mainan tersebut berfungsi untuk membuat hewan peliharaan lebih interaktif dan tidak membuat mereka stres.
“Ada mainan rumahan, dan apartemen kucing untuk tempat istirahat mereka, ada treadmill yang juga penting untuk aktivitas kucing sehari-hari,” tuturnya.
Ada juga dijual vitamin untuk perawatan kulit dan rambut. Setiap ras memiliki vitamin perawatan yang berbeda-beda. Termasuk juga suplemen khusus dan shampoo-nya juga ada.
Di pet shop Gunawan juga ada yang menjual kandang untuk anjing dan kucing. Secara pribadi, dirinya menilai kandang kurang bagus untuk kucing.
Namun setiap orang dirasa memiliki keperluannya masing-masing sehingga dirinya tetap menyediakan fasilitas satu itu.
“Punya kandang mungkin karena mau tinggal kerja, takut kucingnya ke jalan atau lainnya, atau kondisi rumah banyak orang keluar masuk,” terangnya.
“Kemudian saya jual juga nanti aksesoris untuk kucing seperti kalungnya, talinya kalau pas jalan jalan biar tidak lari ke sana kemari, ada bajunya juga dan lainnya,” tambahnya. (fer/r3)
Editor : Kimda Farida