LombokPost - Pasca ditinggal Tijjani Reijnders, AC Milan tak tinggal diam.
Klub yang bermarkas di Sansiro itu terus berburu pemain yang tepat untuk mengisi pos lini tengah AC Milan.
Dua nama mengerucut, dan si setan merah terus berupaya keras sesegera mungkin menjadi nyanya pemain AC Milan.
Pertama AC Milan terus bekerja keras untuk Granit Xhaka, ada kontak terus-menerus dengan sang calon pemain.
Pemain Swiss itu telah memberikan peluang dalam ketentuan kontrak dengan AC Milan yangbberjalan dengan sangat baik.
Setelah penjualan Tijjani Reijnders, yang kemarin melakoni debutnya untuk Manchester City di Piala Dunia Antarklub, AC Milan tengah berupaya membangun kembali lini tengahnya.
Dan target pertama saat ini adalah Granit Xhaka , pemain dari Beyer Leverkusen yang bagi Massimiliano Allegri adalah pemain yang sempurna untuk lini tengahnya.
Seperti yang dijelaskan La Gazzetta dello Sport, pemain Swiss itu juga ingin pindah ke AC Milan.
Memang benar bahwa Rossoneri tidak seperti tim Jerman, tidak akan bermain di kompetisi Eropa musim depan, tetapi Xhaka yakin bahwa waktu yang tepat telah tiba untuk mencoba pengalaman baru dan karena alasan ini ia mendesak Bayer Leverkusen untuk membiarkannya pergi ke AC Milan.
Gajinya juga berada dalam jangkauan AC Milan, sementara kedua klub masih merundingkan kesepakatan.
Pihak dari AC Milan menawarkan €10 juta, sementara klub Jerman meminta harga yang lebih.
Granit Xhaka tidak akan menjadi satu-satunya bala bantuan yang ingin didatangkan AC Milan
untuk memperkuat lini tengah.
Direktur olahraga Igli Tare yang beberapa hari ini kemarin berada di kota Leverkusen untuk bernegosiasi secara pribadi dengan pemain Swiss itu, sebenarnya ingin memasukkan pemain muda yang siap bergabung dan mencari gol, seperti yang dilakukan Reijnders di AC Milan.
Dan nama pertama dalam daftar itu adalah Javi Guerra , pemain Valencia berusia 22 tahun yang klubnya meminta setidaknya €25 juta euro pada AC Milan.
Akan ada negosiasi, tetapi musim panas masih panjang dan AC Milan akan melakukan segalanya untuk mencoba membawanya ke istana Allegri.
Editor : Prihadi Zoldic