Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir Mataram Hancurkan Begitu Banyak Mobil, Ini Kata Orang Bengkel

Sanchia Vaneka • Selasa, 8 Juli 2025 | 20:48 WIB

 

 

Mobil korban banjir mataram yang sedang di service di Bengkel Toyota
Mobil korban banjir mataram yang sedang di service di Bengkel Toyota
 

 

Di tengah hiruk pikuk evakuasi dan pembersihan pascabanjir, bengkel-bengkel menjadi saksi bisu perjuangan pemilik dan teknisi dalam memulihkan aset berharga yang kini terendam lumpur. Salah satunya adalah Bengkel Krida Toyota, yang kini kebanjiran "pasien" baru.

SANCHIA VANEKA, Mataram 

Banjir yang melanda Kota Mataram akhir pekan lalu tak hanya menyisakan duka bagi warga, tetapi juga menyisakan cerita pilu bagi kendaraan roda empat. Puluhan mobil yang hanyut terseret arus deras kini harus berjuang untuk hidup kembali. 

Kepala Bengkel Krida Toyota, I Wayan Sudarsana, membeberkan bahwa hingga kini, sekitar 20 unit mobil korban banjir telah masuk untuk menjalani perawatan intensif. Kondisi mobil-mobil ini bervariasi, dari yang "hanya" terendam seperempat bodi, air yang baru masuk hingga karpet, hingga yang sudah terendam total, bahkan atapnya pun tenggelam.

"Air baru masuk sampai karpet, ada yang setengah sudah menyentuh atas jok, ada yang full sudah sampai atas tenggelam atap," jelas Wayan, menggambarkan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Biaya perbaikan, tentu saja, berbanding lurus dengan tingkat kerusakan dan jenis mobil. Wayan teringat pengalaman tiga tahun lalu saat banjir di Meninting, Lombok Barat. Kala itu, perbaikan sebuah mobil Hilux dengan kerusakan parah bisa mencapai sekitar Rp 90 juta. Kini, dengan jenis mobil yang lebih modern dan canggih, biaya yang dibutuhkan tentu jauh lebih besar.

"Untuk yang masuk saat ini mobil korban banjir Mataram itu paling tinggi itu Fortuner. Perkiraan di atas Rp 100 juta kemungkinan biaya yang dihabiskan," ungkap Wayan dengan nada prihatin. 

Wayan menjelaskan bahwa setiap mobil memiliki karakteristik dan tingkat ketahanan yang berbeda, meskipun sama-sama terendam banjir. 

“Tapi namanya modul kalau sudah kena air itu solderannya, las-lasannya kalau panas kadang nyambung kadang tidak itu tidak bisa dilihat secara kasat mata. Ada beberapa komponen yang korslet juga, performanya tidak sempurna 100 persen seperti kondisi awal," jelasnya dengan lugas.

Solusi ideal untuk mengembalikan performa mobil 100 persen adalah dengan mengganti semua komponen yang terendam. Namun, Wayan mengakui bahwa opsi ini seringkali tidak realistis bagi pemilik. 

“Kecuali dilakukan pergantian semua komponen. Tapi estimasi harganya pun bisa seperti harga mobilnya," pungkasnya. (r6)

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Mataram #Banjir #mobil