LombokPost - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram meluncurkan kebijakan unik dengan memutar lagu-lagu kebangsaan dan perjuangan di setiap lampu merah.
Kebijakan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan masyarakat.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan.
"Peringatan Hari Kemerdekaan RI adalah momentum penting yang harus kita ingat. Salah satunya dengan memutar lagu kebangsaan di setiap perempatan jalan," ujar Mohan.
Lebih dari sekadar memutar lagu "Indonesia Raya" pada pukul 10.00 WITA, program ini juga mencakup berbagai lagu perjuangan lainnya.
Harapannya, pemutaran lagu-lagu ini dapat menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945, serta mengapresiasi jasa para pahlawan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, menjelaskan bahwa pemutaran lagu-lagu ini dimulai pada Kamis, 14 Agustus.
"Kami persiapkan untuk pengaturan waktu dan lagu-lagu yang dipilih agar terdengar lebih syahdu," katanya.
Pemutaran lagu dilakukan di 14 titik simpang empat yang dilengkapi dengan fasilitas Area Traffic Control System (ATCS) dan pengeras suara.
Salah satu titik tambahan berada di depan SMPN 6 Mataram, Jalan Udayana. Lagu-lagu seperti "Halo-Halo Bandung" dan "Maju Tak Gentar" akan menjadi bagian dari daftar putar.
Zulkarwin berharap program ini menjadi media edukasi yang efektif bagi generasi muda, khususnya Gen Z, agar tetap mengenal lagu-lagu perjuangan.
Selain itu, program ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat perjuangan dan cinta Tanah Air.
Respon positif datang dari masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Nina, seorang pengendara roda empat.
"Seru sih, kan biasanya kita garing nunggu lampu merah yang lama," ujarnya.
Menurut Nina, program ini adalah hiburan yang edukatif dan berharap bisa dilanjutkan tidak hanya di bulan Agustus, melainkan juga pada peringatan hari-hari nasional lainnya seperti Hari Kartini atau Hari Pancasila.
Editor : Prihadi Zoldic