LombokPost--Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB Zamroni Aziz membuka acara peringatan HUT ke-80 RI di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Isa Almasih Ampenan.
Ia menegaskan, Kemenag hadir melayani semua umat beragama, bukan hanya satu agama.
"Semua unsur agama yang ada," kata Zamroni, Minggu (17/8).
Menurutnya, kerukunan dapat dibangun dengan senyum dan tawa. Zamroni percaya, komunikasi lancar dan saling pengertian lahir dari suasana rileks dan penuh canda.
Ia menambahkan NTB merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerukunan umat beragama luar biasa.
“Kerukunan itu sudah terbangun dari rumah, dari keluarga," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Zamroni mengundang seluruh umat lintas agama untuk menghadiri acara doa bersama pada 28 Agustus nanti di Lapangan Sangkareang.
Acara ini akan dihadiri Menteri Agama dan diikuti 50 ribu umat dari seluruh NTB.
Baca Juga: Kemenag NTB Ingatkan Petugas Haji, Prioritas Utama Bantu Jamaah Selama Ibadah di Tanah Suci
Zamroni mengibaratkan Indonesia seperti pelangi. Dengan berbagai unsur agama dan sukunya.
“Kalau pelangi itu dilihat kalau satu warna, kan bukan pelangi namanya,” ucapnya.
Selanjutnya, momentum ini diharapkan
mengedukasi masyarakat, khususnya umat Kristen, tentang pentingnya kerukunan sebagai modal utama pembangunan.
“Tanpa kerukunan dan persatuan, pembangunan akan tersendat dan program pemerintah tidak akan tercapai maksimal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Bimas) Kristen Kemenag RI NTB Jhonson Parulian mengatakan, kehadiran semua pihak di acara itu sebagai bukti dukungan, bahkan dalam acara keagamaan skala kecil.
“Memotivasi masyarakat pentingnya kerukunan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan
Hubungan Masyarakat (Parmas) Bawaslu NTB Hasan Basri menyampaikan pesan penting partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi.
la menekankan gereja, masjid, dan tempat ibadah lainnya sebagai tempat suci yang tidak boleh digunakan sebagai arena kampanye politik praktis.
"Tidak boleh dikotori hal-hal yang sifatnya politik praktis," tegas Hasan.
Meskipun demikian, ia mengingatkan seluruh jemaat gereja, memiliki hak dan kewajiban sama dalam pemilu dan pilkada.
Setiap individu, baik pendeta, profesor, maupun warga biasa, hanya memiliki satu suara.
Baca Juga: Bawaslu NTB Apresiasi Peran Media Sukseskan Pilkada 2024
Hasan juga mengimbau masyarakat menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai demokrasi, seperti kampanye negatif berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) atau memilih pemimpin hanya karena iming-iming uang.
“Itu tidak dibenarkan Undang-Undang," jelasnya.
Menurutnya, praktik politik uang merusak masa depan bangsa.
la menyayangkan jika ada orang-orang berprestasi yang ingin menjadi anggota DPR, kepala daerah, atau presiden, tetapi dikalahkan mereka yang memiliki banyak uang padahal minim prestasi dan konsep.
"Pilihlah menggunakan hati nurani," pesannya.
Gembala Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Isa Almasih Ampenan Pendeta Eagle mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kakanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz dalam perayaan kemerdekaan tersebut.
Menurutnya, hal ini kehormatan bagi sekitar 60 anggota jemaat yang mayoritasnya adalah perempuan.
Pendeta Eagle berharap, jemaatnya dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan oleh pemerintah daerah.
“Seperti HUT kota atau provinsi, kita bisa dilibatkan,” harapnya.
Sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan, berbagai permainan dan lomba tradisional telah dilakukan sejak dua hari sebelum peringatan.
Lomba-lomba tersebut diikuti secara individu maupun berkelompok, menambah semarak suasana perayaan di gereja.
"Ini sebagai perayaan kemerdekaan," tandasnya.
Editor : Kimda Farida