Hal ini tercermin dari pertumbuhan signifikan rekening Tabungan Haji di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), yang dalam tujuh bulan pertama tahun ini melonjak hingga 6,33 juta rekening.
Peningkatan tersebut setara dengan pertumbuhan 13,51% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang berjumlah 5,57 juta rekening.
Angka ini menandakan adanya penambahan lebih dari 750 ribu rekening baru dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2025.
"Angka tersebut tumbuh 13,51 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang masih di kisaran 5,57 juta rekening. Artinya, terdapat tambahan lebih dari 750 ribu rekening baru hanya dalam kurun Januari hingga Juli 2025." kata Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar.
Selain jumlah rekening, nilai dana yang terhimpun juga mengalami pertumbuhan positif. Wisnu melihat tren ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
“Kami melihat Tabungan Haji BSI masih sangat diminati masyarakat, terlihat dari tren kenaikan jumlah rekening maupun calon jemaah yang mendaftar,” imbuhnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor utama, termasuk kepercayaan publik terhadap BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kemudahan layanan digital, dan luasnya jaringan cabang. Selain itu, tingginya antusiasme umat muslim untuk beribadah haji juga menjadi pendorong utama.
Sejak awal berdiri, BSI mencatat pertumbuhan yang konsisten dan optimistis dapat mempertahankan momentum ini hingga akhir 2025. Wisnu mengungkapkan,
“Targetnya, BSI ingin menjaga pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan dengan dukungan layanan perbankan syariah yang inklusif dan modern.”
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menargetkan pertumbuhan dana haji sebesar Rp 1 triliun setiap bulan.
"Saat ini, (target) sudah tercapai sekitar 51 persen. Pembukaan rekening haji baru telah mencapai 130 hingga 150 rekening per bulan," ujar Anton.
Untuk mencapai target ini, BSI mematok minimal 250 rekening haji baru setiap bulannya di tingkat operasional, dengan target per kantor cabang sebesar 150 rekening. Anton meyakini target tersebut realistis, terutama melalui aktivasi rekening haji bagi lebih dari 8 juta pengguna aplikasi super apps ritel BSI Byond.
"Tinggal kemudian bagaimana kami mengaktivasi nasabah untuk membuka rekening haji melalui Byond," jelas Anton.
BSI juga berupaya mengoptimalkan dana murah melalui tabungan haji, mengingat Indonesia mengirimkan sekitar 221 ribu jemaah haji setiap tahun. Sekitar 84,7% atau 172 ribu jemaah di antaranya menggunakan rekening BSI.
Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah daftar tunggu haji di Indonesia mencapai 5,2 juta jemaah. Dari angka tersebut, sekitar 3,2 juta nasabah BSI sedang dalam masa tunggu.
Anton menekankan pentingnya persiapan finansial karena masa tunggu haji yang panjang. "Masa tunggu haji yang panjang harus dipersiapkan dengan baik. Dengan cara terus menabung dana persiapan pelunasan haji agar 15-25 tahun mendatang dana haji sudah siap," ujarnya.
Tren tabungan haji di BSI naik 18,74% (yoy), dengan 6,18 juta rekening dan dana terkumpul sebesar Rp 14,2 triliun. Menariknya, sekitar 12% dari penabung adalah kelompok milenial berusia 25-35 tahun.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post