LombokPost - Pantai Sunrise Land Lombok (SLL) di Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim), berubah jadi arena laga. Sejak pagi ribuan orang tumplek bleg menyaksikan puluhan petarung se Pulau Lombok unjuk kebolehan dalam sparing partner yang dikemas untuk meriahkan HUT RI ke-80.
HARI itu (Minggu, 24/8), ribuan orang datang bukan sekadar menikmati matahari terbit. Mereka ingin menyaksikan atlet dan petinju se-Pulau Lombok bertarung dalam acara sparing partner yang digelar pengelola untuk memeriahkan HUT RI ke-80.
Direktur SLL Qori’ Bayyinaturrosi menyampaikan, pada perayaan kali ini pengelola SLL berkolaborasi dengan tiga club boxing di Lotim, yakni Rajawali Camp Fighter, Rinjani Muaythai Boxing Club, dan Lotim Boxing Club untuk menggelar eksibisi.Di waktu yang sama, ada pelapasan tukik atau anak penyu.
“Dua event ini untuk mengisi acara peringatan kemerdekaan, karena samasama melambangkan perjuangan dan kebebasan,” terang Qori’.
Dalam event sparing partner ditampilkan berbagai cabang seni bela diri, seperti basic boxing, kick boxing, muaythai, MMA, dan belanjakan.
Selain pertarungan dari fighter tiga club tersebut, masyarakat umum juga diberi kesempatan mengikuti duel persahabatan di ring yang disiapkan panitia dengan dipandu wasit profesional.
“Kegiatan ini bagian dari konsep Eco Sport Tourism Based Community, yaitu perpaduan wisata olahraga, ekowisata, dan pemberdayaan komunitas lokal,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti 80 petarung dari berbagai daerah di Pulau Lombok, seperti Lobar, Loteng, Kota Mataram, dan Lotim. Jumlah peserta dibatasi 80 orang sebagai simbol perayaan HUT RI ke-80.
“Sebenarnya banyak fighter ingin ikut, bahkan ada yang rela membayar agar bisa sparing. Padahal ini latihan gratis. Karena mereka butuh ruang uji coba setelah bertahun-tahun berlatih,” tambahnya.
Acara ini juga menghadirkan petarung lokal sekaligus influencer Gedet Barbar yang dinilai berperan mempromosikan sport tourism berupa tinju dan melestarikan budaya lokal Lombok.
Sekda Lotim M Juaini Taofik mengapresiasi acara yang mampu menggabungkan ekowisata dengan olahraga. Pelepasan 80 tukik dinilainya sebagai simbol merayakan HUT RI ke-80, sehingga kegiatan semacam ini diharapkan terus berlanjut.
“Acara semacam ini bisa dijadikan contoh di tempat lain, bagaimana masyarakat menjadi basis utama kegiatan wisata dan olahraga,” katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam