Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Deforestasi, Ancaman Terbesar bagi Iklim dan Kehidupan di Bumi

Nurul Hidayati • Kamis, 28 Agustus 2025 | 23:09 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost — Pemanasan global semakin cepat, dan salah satu penyebab utamanya adalah deforestasi atau penebangan hutan skala besar.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa hutan, yang sering disebut sebagai "paru-paru dunia," kini ditebang dengan laju yang mengkhawatirkan.

Fenomena ini tidak hanya mengurangi kemampuan Bumi untuk menyerap karbon dioksida, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati dan memicu serangkaian bencana ekologis.

 Baca Juga: Pemerintah Indonesia Berkomitmen Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Hutan memainkan peran krusial dalam mengatur iklim global melalui proses yang disebut fotosintesis, di mana pohon dan tumbuhan menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer.

Gas ini, yang menjadi pemicu utama efek rumah kaca, kemudian disimpan dalam biomassa pohon.

Dengan kata lain, hutan berfungsi sebagai "penyerap karbon" alami yang membantu menyeimbangkan komposisi atmosfer.

 Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Bumi Bukan Lagi Pemanasan Global, Tapi Pendidihan Global

Namun, laporan terbaru dari Global Carbon Project menunjukkan bahwa kemampuan hutan untuk menyerap CO2​ semakin menurun.

Konsentrasi gas ini di atmosfer telah mencapai rekor tertinggi, tertinggi dalam dua juta tahun terakhir.

Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, tetapi deforestasi memperburuk situasi dengan melepaskan karbon yang tersimpan di dalam pohon kembali ke atmosfer.

 Baca Juga: Buat Apilkasi Cegah Pemanasan Global, Siswa MAN 2 Mataram Jadi Finalis FIKSI Nasional

Selain peran ekologisnya, hutan adalah rumah bagi jutaan spesies tumbuhan dan hewan.

Hutan hujan tropis, khususnya, adalah pusat keanekaragaman hayati yang tak tertandingi, menampung lebih dari separuh spesies di dunia.

Laju deforestasi yang cepat menghancurkan habitat mereka, memaksa spesies untuk bermigrasi atau, dalam banyak kasus, menghadapi kepunahan.

Kondisi ini menciptakan siklus yang berbahaya. Kehilangan spesies kunci dapat merusak ekosistem secara keseluruhan, membuatnya lebih rentan terhadap penyakit dan perubahan iklim.

Para ahli lingkungan khawatir bahwa kita mungkin kehilangan banyak spesies berharga sebelum kita bahkan sempat menemukannya.

Meskipun tantangannya besar, para ahli sepakat bahwa ada jalan ke depan. Upaya reboisasi (penanaman kembali hutan) dan konservasi adalah kunci untuk membalikkan tren ini.

Negara-negara, termasuk Indonesia dan Brasil, mulai meningkatkan komitmen mereka untuk melindungi hutan dan merehabilitasi lahan yang terdegradasi.

rainforest jungle infographic with animals - vector illustration
rainforest jungle infographic with animals - vector illustration

Di tingkat global, perjanjian internasional seperti Paris Agreement mendorong negara-negara untuk memasukkan konservasi hutan dalam strategi iklim mereka.

Namun, keberhasilan bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, sektor swasta, dan masyarakat sipil.

Melindungi hutan bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang melindungi masa depan kita. Ini adalah investasi terbaik yang bisa kita lakukan untuk planet ini.

Laporan-laporan ilmiah yang semakin mengkhawatirkan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tindakan harus dilakukan sekarang, sebelum paru-paru dunia ini hilang selamanya.

Editor : Pujo Nugroho
#iklim #hutan #pohon #pemanasan global #efek rumah kaca