Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kurangi Ketergantungan TPAR, Pemkot Mataram Manfaatkan Insinerator Sampah

Sanchia Vaneka • Kamis, 4 September 2025 | 07:40 WIB

 

Walikota Mataram Mohan Roliskana saat meninjau insenerator sampah yang ada di TPS Sandubaya.
Walikota Mataram Mohan Roliskana saat meninjau insenerator sampah yang ada di TPS Sandubaya.


LombokPost-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kini berfokus pada penggunaan insinerator sebagai solusi untuk mengurangi volume sampah secara signifikan. Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan bahwa hibah insinerator dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sangat membantu penanganan sampah harian yang mencapai 200 ton.

"Bantuan ini sangat membantu. Kami sudah cek dan akan lihat seberapa produktif kinerja mesin ini," ujar Mohan saat meninjau langsung operasional insinerator pada 3 September.

Ia mengakui bahwa satu unit insinerator berkapasitas 10 ton per hari mungkin belum signifikan, namun ia optimistis penambahan alat serupa akan memberikan dampak besar.

Untuk memperkuat upaya ini, Pemkot Mataram berencana menambah dua insinerator lagi. Satu unit akan dibeli dengan anggaran Rp 3,5 miliar, dan satu unit lainnya merupakan hibah dari RS Moh Ruslan.

"Jadi nanti di TPS Sandubaya ini akan ada tiga insinerator dengan total kapasitas 30 ton per hari," jelas Mohan.

Jika digabungkan dengan pengolahan di TPST Modern Sandubaya yang mampu mengolah 50 ton, maka total sampah yang bisa ditangani di TPS Sandubaya saja mencapai 80 ton per hari.

"Ketergantungan kita dengan TPAR Kebon Kongok bisa lebih ringan. Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan TPAR Kebon Kongok dengan sistem angkut-buang saja," tegasnya.

Baca Juga: Jalur ke TPA Kebon Kongok Ditutup Lagi, Siap-siap, Sampah Mataram Bakal Menumpuk

Ke depan, Pemkot Mataram mempertimbangkan dua opsi ambisius: membeli insinerator berkapasitas 100 ton per hari, atau menempatkan insinerator berkapasitas 10 ton di setiap kecamatan.

"Kami sedang pertimbangkan, apakah memang per kecamatan disediakan atau langsung pengadaan yang kapasitas besar," ucapnya.

Selain itu, Mohan juga menekankan pentingnya keselamatan bagi para operator.

"Operator harus memahami pengoperasian mesin dan keamanan tetap dijaga, seperti menggunakan APAR dan alat pelindung, karena mereka bekerja dalam risiko," tambahnya.

Sebagai solusi dari hulu, program "tempah dedoro organik" juga sudah berjalan di instansi dan sekolah untuk mengurangi sampah dari sumbernya, dan diharapkan bisa diperluas ke lingkungan masyarakat.

Editor : Akbar Sirinawa
#sampah #TPAR Kebon Kongok #Sampah Mataram #insenerator #Mataram