LombokPost – Sebanyak 20 plat besi penutup gorong-gorong di ruas yang berstatus jalan provinsi di Kota Mataram dilaporkan hilang.
Itu tersebar di Jalan Pendidikan serta Jalan Panji Tilar.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena menyisakan lubang-lubang besar yang membahayakan pejalan kaki.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB melalui satgas Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Lombok pun bergerak cepat melakukan pekerjaan penutupan lubang manhole saluran pada trotoar jalan.
"Kalau dibiarkan ini berbahaya sekali," kata Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Lombok Kusnadi, Jumat (5/9).
Besi penutup gorong-gorong yang hilang tersebut berukuran sekitar 50x50 sentimeter persegi dengan ketebalan sekitar 5-6 sentimeter.
Diduga kuat besi penutup tersebut sengaja dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Ada dugaan memang sengaja dicuri atau dijarah," ungkapnya.
Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Lombok langsung melakukan penggantian dengan plat beton berukuran sama.
Pengunaan material cor beton bukan besi lagi untuk menghindari risiko pencurian yang berulang.
"Dengan kehilangan penutup lubang saluran pada trotoar sangat mengganggu para pejalan kaki yang melintasi trotoar ini," ujar Kusnadi.
Anggota Komisi IV DPRD NTB Abdul Rahim mendesak pemprov untuk memperbanyak CCTV di ruas jalan provinsi dalam Kota Mataram.
Sehingga berbagai insiden termasuk pencurian sarana prasarana fasilitas publik di jalan raya bisa terpantau.
Termasuk aksi pencurian sarana fasilitas jalan seperti penutup saluran.
"Saya kira di beberapa spot perlu memperbanyak pemasangan CCTV. Sehingga bisa terpantau. Hal ini untuk menimbulkan efek jera saja," kata Bram, sapaan karibnya.
Editor : Siti Aeny Maryam