LombokPost - Presiden Prabowo Subianto secara resmi merombak Kabinet Merah Putih dan melantik sejumlah menteri baru termasuk Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/9).
Salah satu penunjukan yang paling disorot adalah Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru, menggantikan Sri Mulyani.
Sebelum diangkat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 3 September 2020.
Penunjukan ini bukan kali pertama baginya, karena Purbaya Yudhi Sadewa memiliki rekam jejak yang panjang di dunia pemerintahan dan sektor keuangan.
Latar Belakang dan Riwayat Karier Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa menempuh pendidikan di bidang Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk gelar sarjana.
Purbaya Yudhi Sadewa kemudian melanjutkan studinya di Amerika Serikat, di mana ia meraih gelar Master of Science (MSc) dan Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University.
Karier Purbaya Yudhi Sadewa di pemerintahan dimulai sejak 2010.
Purbaya Yudhi Sadewa pernah menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi di beberapa kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
Purbaya Yudhi Sadewa juga pernah menjadi Deputi di Kantor Staf Presiden dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Sebelum diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya merupakan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi dari Mei 2018 hingga September 2020.
Selain itu, Purbaya Yudhi Sadewa juga aktif sebagai Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus ("Pokja IV") di bawah Kemenko Bidang Perekonomian sejak Juni 2016.
Purbaya Yudhi Sadewa juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri dan Indonesia Economic Forum.
Sebelum terjun ke pemerintahan, Purbaya Yudhi Sadewa mengawali kariernya di sektor swasta.
Purbaya Yudhi Sadewa pernah menjadi Field Engineer di Schlumberger Overseas SA, dan kemudian menduduki berbagai posisi penting di Danareksa, termasuk sebagai Senior Economist, Direktur Utama, Chief Economist, dan Anggota Dewan Direksi.***
Editor : Fratama P.