Menurut Muzaki, intensitas hujan yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga 13 September mendatang membuat potensi kenaikan debit air harus diwaspadai.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah membuka posko siaga banjir dan mengintensifkan patroli di wilayah-wilayah rawan.
Fokus utama adalah kawasan timur Kota Mataram, yang disebut sebagai "zona merah banjir".
Daerah seperti Turida, Dasan Cermen, Abian Tubuh, Mandalika, serta sebagian Bertais dan Karang Pule, hampir selalu tergenang setiap musim hujan.
Selain curah hujan, Muzaki menyoroti buruknya sistem drainase dan kebiasaan masyarakat yang sering membuang sampah atau menutup saluran air dengan bangunan.
"Kami membagi tim untuk memastikan saluran air tidak tersumbat dan tetap berfungsi normal," ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di zona merah, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta segera melapor jika terjadi genangan air yang berpotensi membahayakan.