Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dishub Kota Mataram Klaim 95 Persen PJU Menyala

Sanchia Vaneka • Senin, 15 September 2025 | 12:18 WIB

 

Penerang Jalan Umum (PJU) di Jalan Udayana beberapa waktu lalu.
Penerang Jalan Umum (PJU) di Jalan Udayana beberapa waktu lalu.

LombokPost – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mengklaim bahwa 95 persen PJU di Kota Mataram berfungsi dengan baik, memastikan kondisi jalan tetap terang dan aman bagi pengguna jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Mataram Bambang EYD menyatakan, PJU di Mataram berada dalam kondisi yang aman.

“Alhamdulillah, PJU kita di Kota Mataram aman. 95 persen menyala. Minimal tidak gelap,” kata Bambang.

Bambang memastikan bahwa hampir seluruh dari 3.000 titik PJU yang tersebar di 118 ruas jalan berfungsi dengan normal.

Menurutnya, jika ada laporan PJU mati, kondisinya tidak pernah mati total dalam satu ruas jalan. Biasanya, hanya satu atau dua titik PJU yang tidak menyala.

"Misalnya ada 10 PJU di salah satu ruas jalan, itu paling satu titik yang mati. Tidak pernah yang mati total di satu ruas jalan," jelasnya.

Baca Juga: PJU di Lingkar Perbatasan Kota Kerap Bermasalah, Dishub Kolaborasi dengan PLN Cek Rutin

Terkait operasional, Bambang mengungkapkan bahwa biaya listrik PJU di Kota Mataram mencapai Rp 2,6 miliar per bulan yang dibayarkan ke PLN.

Dia juga menjelaskan penyebab PJU mati, di antaranya adalah gangguan kelistrikan, di mana MCB (Miniature Circuit Breaker) sering kali turun secara otomatis.

Yang disebabkan oleh serentaknya penggunaan daya listrik untuk PJU dan rumah tangga di jam tersebut.

"Nyala lampu PJU itu jam 6 sore otomatis menggunakan timer. Sedangkan penggunaan listrik di rumah tangga atau warga juga bersamaan dengan itu. Itu yang membuat MCB itu turun, cekrek gitu," ucapnya. 

Meskipun demikian, Bambang memastikan bahwa tim di lapangan selalu siaga untuk menangani gangguan tersebut agar PJU dapat kembali menyala secepatnya. 

Bambang mengakui bahwa masih ada beberapa titik yang terlihat kurang terang.

Hal ini disebabkan oleh faktor teknis seperti jarak antar tiang yang mencapai 30 hingga 40 meter, bergantung pada lebar jalan.

“Makanya sekarang kita mencoba untuk mengatur kembali,” ujarnya. 

Sebagai langkah perbaikan, Dishub telah menjalin kerja sama dengan Universitas Mataram (Unram).

Kerja sama ini bertujuan melakukan kajian teknis terkait daya yang dibutuhkan PJU, lebar jalan, dan jarak ideal antar tiang. 

Selain itu, Bambang juga mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan peremajaan PJU secara berkala karena usia pakai maksimal lampu adalah sekitar lima tahun.

Baca Juga: Titik PJU Minim Lampu Berulang Kali Padam. Gelap Gulita di Perbatasan Kota

"Masih kita pantau," pungkasnya.

Pihaknya juga memastikan akan terus menambah pemasangan PJU di beberapa ruas jalan yang masih membutuhkan, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan di malam hari.

“Bertahaplah, mungkin untuk ruasjalan ini pada tahun ini, tahun depan ruas jalan yang lain. Seperti itu,” tandasnya. (chi)

 

Editor : Kimda Farida
#pju #Dishub Mataram #Mataram