Seusai kunjungan, salah satu tokoh GNB, Sinta Nuriyah Wahid, menyampaikan keprihatinannya atas penahanan tersebut.
Ia berpendapat, para aktivis ini merupakan aset bangsa yang berjuang demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, bebas bersuara, dan bebas berpendapat.
“Dengan adanya itu, mereka mencoba, mereka telah melakukan itu, tetapi ternyata ada kesalahpahaman,” ucapnya.
Sinta menegaskan bahwa kedatangan GNB ke Polda Metro Jaya adalah untuk meluruskan kesalahpahaman yang muncul. Pihaknya berharap agar Delpedro, aktivis, serta mahasiswa lainnya dapat segera dibebaskan oleh polisi, karena mereka diyakini berjuang untuk kemanusiaan dan demi Indonesia.
Tokoh GNB lainnya, Lukman Hakim Saifuddin, menambahkan bahwa kunjungan ini dilakukan setelah bersurat kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Tujuannya, untuk melihat para tahanan dan mendengarkan langsung keterangan dari mereka.
“Setidaknya untuk memastikan kondisi mereka seperti apa saat ini, juga untuk mendengar apa yang mereka rasakan, apa latar belakang penangkapannya dan hal ikhwal yang terkait dengan peristiwa beberapa hari yang lalu dan apa harapan-harapan mereka,” terangnya.
Editor : Redaksi Lombok Post