Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerakan Nurani Bangsa Minta Pembebasan Aktivis di Polda Metro Jaya

Redaksi Lombok Post • Selasa, 23 September 2025 | 23:49 WIB

BAKAR: Demonstran membakar gedung DPRD NTB sambil melemparinya dengan batu saat aksi di Jalan Udayana, Kota Mataram, Sabtu (30/8).
BAKAR: Demonstran membakar gedung DPRD NTB sambil melemparinya dengan batu saat aksi di Jalan Udayana, Kota Mataram, Sabtu (30/8).
LombokPost -- Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (23/9) untuk bertemu dengan para aktivis dan mahasiswa yang ditahan pasca aksi akhir Agustus lalu. Salah satu yang dikunjungi adalah Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen.

Seusai kunjungan, salah satu tokoh GNB, Sinta Nuriyah Wahid, menyampaikan keprihatinannya atas penahanan tersebut.

Ia berpendapat, para aktivis ini merupakan aset bangsa yang berjuang demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, bebas bersuara, dan bebas berpendapat.

“Dengan adanya itu, mereka mencoba, mereka telah melakukan itu, tetapi ternyata ada kesalahpahaman,” ucapnya.

Sinta menegaskan bahwa kedatangan GNB ke Polda Metro Jaya adalah untuk meluruskan kesalahpahaman yang muncul. Pihaknya berharap agar Delpedro, aktivis, serta mahasiswa lainnya dapat segera dibebaskan oleh polisi, karena mereka diyakini berjuang untuk kemanusiaan dan demi Indonesia.

Tokoh GNB lainnya, Lukman Hakim Saifuddin, menambahkan bahwa kunjungan ini dilakukan setelah bersurat kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Tujuannya, untuk melihat para tahanan dan mendengarkan langsung keterangan dari mereka.

“Setidaknya untuk memastikan kondisi mereka seperti apa saat ini, juga untuk mendengar apa yang mereka rasakan, apa latar belakang penangkapannya dan hal ikhwal yang terkait dengan peristiwa beberapa hari yang lalu dan apa harapan-harapan mereka,” terangnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#shinta nuriyah wahid #Delpedro Marhaen #unjukrasa