Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ahmad Sahroni Ternyata di Rumah Saat Penjarahan, Wajah Sampai Dilumuri Tanah Hingga Berhasil Lolos Dari Amukan

Fratama P. • Jumat, 26 September 2025 | 20:22 WIB
Keberadaan Ahmad Sahroni saat penjarahan
Keberadaan Ahmad Sahroni saat penjarahan

LombokPost - Politisi dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mengalami momen dramatis dan menegangkan ketika kediamannya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diserbu dan dijarah oleh gerombolan massa pada akhir Agustus lalu.

Demi menghindari penemuan dan amukan massa, mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni ini terpaksa melakukan tindakan penyamaran yang tak terduga dan nekat.

Pasalnya, Ahmad Sahroni saat itu menjadi korban penjarahan masyarakat.

Rupanya, ada hal yang tidak terduga dilakukan oleh Ahmad Sahroni waktu itu.

Bersembunyi Selama Tujuh Jam dan Penyamaran Brilian

Peristiwa mencekam itu dimulai ketika gerombolan massa berhasil merangsek masuk ke dalam rumah.

Bersama delapan orang lainnya terdiri dari staf dan tamu, Ahmad Sahroni segera berlari mencari tempat perlindungan, yang mereka temukan di sebuah toilet kecil yang terletak di rooftop rumah.

Menurut kesaksian Tabroni, staf pribadi Sahroni, sang politisi dan rombongan bersembunyi di ruangan sempit itu selama kurang lebih tujuh jam.

Dalam situasi genting tersebut, Ahmad Sahroni menyadari bahwa ia harus menyamarkan identitasnya sebagai pemilik rumah dan tokoh publik yang dikenal luas.

Ide yang nekat pun terlintas, Ahmad Sahroni sengaja melumuri wajahnya menggunakan tanah dan debu yang ada di sekitarnya.

Tujuannya adalah agar para penjarah mengira Ahmad Sahroni hanyalah staf atau penjaga rumah biasa, sehingga tidak menjadi target utama.

Strategi Penyamaran yang Nyaris Terbongkar

Strategi penyamaran Ahmad Sahroni hampir saja gagal ketika seorang pria tak dikenal, yang diduga adalah bagian dari penjarah, tiba-tiba membuka pintu toilet.

Momen krusial tersebut diceritakan kembali oleh Tabroni berdasarkan pengakuan langsung dari atasannya.

"Bapak (Ahmad Sahroni) cerita, ada yang tiba-tiba masuk, sempat senterin dia dan tanya, 'kamu siapa?' Bapak jawab, 'saya penjaga rumah'," kata Tabroni.

Beruntung, penyamaran Ahmad Sahroni yang melumuri wajahnya dengan kotoran berhasil mengelabui penjarah tersebut.

Pria itu tidak menyadari bahwa orang dengan wajah kotor yang ditemuinya adalah target utama yang sedang mereka cari.

Penjarah tersebut hanya memerintahkan Ahmad Sahroni untuk tetap diam di tempat karena situasi di luar belum kondusif, sebelum akhirnya pergi untuk melanjutkan aksinya.

Ironisnya, di tengah situasi kritis yang menuntut komunikasi cepat, Ahmad Sahroni berada dalam kondisi terisolasi total.

Ahmad Sahroni tidak memegang ponsel karena tas berisi gawai penting tersebut tertinggal di dalam rumah dan ikut dijarah massa.

Akibatnya, keluarga dan staf lain di luar tidak bisa menghubunginya sama sekali hingga larut malam, menimbulkan kekhawatiran yang mendalam.

Momen Selamat dan Telepon Pertama

Titik terang baru mulaj muncul sekitar pukul 22.00 WIB lebih.

Setelah situasi dirasa cukup aman, Ahmad Sahroni mengambil langkah berani keluar dari persembunyiannya.

Ahmad Sahroni harus memanjat atap untuk kemudian masuk ke rumah tetangga.

Dari sanalah Ahmad Sahroni akhirnya bisa mendapatkan pertolongan dan meminjam telepon untuk menghubungi orang terdekat.

Tabroni mengungkapkan bahwa nomor telepon sang istrilah, Feby Belinda, yang pertama kali terlintas di ingatan Sahroni dalam kondisi panik tersebut.

"Itu satu-satunya nomor handphone yang beliau ingat," ujar Tabroni.

Peristiwa penjarahan yang menimpa kediaman Ahmad Sahroni ini diketahui terjadi bersamaan dengan aksi massa serupa yang juga menyasar rumah sejumlah anggota DPR RI lainnya, menyoroti kerentanan keamanan yang terjadi kala itu.***

Editor : Fratama P.
#Ahmad Sahroni #penjarahan