LombokPost--Dalam rangkaian peringatan Hari Jantung Sedunia, diluncurkan terobosan digital pertama karya anak daerah.
Aplikasi KALDU PKV (Kalkulator dan Edukasi Penyakit Kardiovaskular) resmi diperkenalkan dalam soft launching di Teras Udayana, Mataram, Minggu (28/9).
Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi Poltekkes Kemenkes Mataram dan Universitas Mataram, yang dihadiri langsung Kepala Dinas Kesehatan NTB H Lalu Hamzi Fikri serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Kehadiran aplikasi ini dinilai strategis mengingat tingginya angka penyakit kardiovaskular di NTB yang mencapai 702.520 penderita hingga Oktober 2024.
"KALDU PKV adalah bukti bahwa talenta digital NTB mampu menciptakan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," tegas Lale Budi Kusuma Dewi, S.Pd., M.Si., salah satu peneliti pengembang aplikasi.
Aplikasi ini dirancang dengan kemampuan prediksi risiko penyakit jantung dalam 10 tahun mendatang menggunakan algoritma WHO.
Keunggulan utamanya adalah dapat beroperasi tanpa koneksi internet, sehingga cocok untuk daerah dengan keterbatasan jaringan.
Bagi tenaga kesehatan di puskesmas, KALDU PKV menjadi alat skrining praktis yang menggantikan chart manual WHO.
Aplikasi ini tidak hanya menghitung risiko, tetapi juga menyimpan data pasien secara digital untuk memudahkan pelaporan dan monitoring.
Sementara untuk masyarakat umum, tampilan aplikasi dibuat sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami.
Pengguna cukup memasukkan data usia, jenis kelamin, tekanan darah, kadar kolesterol, dan faktor risiko lainnya untuk langsung mendapatkan hasil risiko beserta rekomendasi gaya hidup sehat.
Dr. dr. Yusra Pintaningrum dari Universitas Mataram mengingatkan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia.
"Deteksi dini melalui skrining sangat penting, terutama bagi kelompok berisiko seperti usia di atas 40 tahun, penderita diabetes, atau yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung," jelasnya.
Faktor risiko seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tidak terkontrol menjadi perhatian khusus dalam aplikasi ini.
Materi edukasi dalam aplikasi juga menyasar perubahan perilaku hidup sehat.
Kehadiran KALDU PKV diharapkan dapat memperkuat transformasi kesehatan digital di NTB, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi kesehatan lainnya di Indonesia.
Aplikasi ini telah tersedia untuk diunduh secara gratis di platform aplikasi resmi.
Editor : Kimda Farida