Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Revitalisasi Besar, Pupuk Indonesia Investasi Rp 54 Triliun untuk Pabrik Lebih Efisien

Redaksi Lombok Post • Minggu, 28 September 2025 | 23:49 WIB

KUALITAS LAHAN: Pupuk dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memberikan nutrisi untuk tanaman, karenanya dengan pemberian pupuk yang tepat dan berimbang dapat meningkatkan produksi tanam tahun ini.
KUALITAS LAHAN: Pupuk dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memberikan nutrisi untuk tanaman, karenanya dengan pemberian pupuk yang tepat dan berimbang dapat meningkatkan produksi tanam tahun ini.
LombokPost -- PT Pupuk Indonesia (Persero) mengumumkan rencana investasi besar untuk merevitalisasi fasilitas produksinya.

Langkah ini diambil karena sejumlah pabrik pupuk milik perseroan telah berusia lebih dari 30 tahun, yang mengakibatkan tingginya penggunaan energi dalam proses produksi.

Revitalisasi akan dilakukan melalui pembangunan pabrik baru dan perombakan peralatan untuk mencapai efisiensi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan menekan biaya produksi sehingga harga pupuk, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap terjangkau oleh petani.

"Ke depan kami akan melakukan revitalisasi, karena pabrik-pabrik kami sudah tua. Kami sudah lama tidak melakukan pembangunan pabrik. Untuk merevitalisasi itu butuh Rp 54 triliun, tapi tetap akan kami lakukan,” ujar Rahmad, kemarin (28/9).

Rahmad mencontohkan, dari 15 pabrik urea yang dimiliki, delapan di antaranya sudah beroperasi lebih dari tiga dekade. Ia membandingkan, jika konsumsi gas untuk produksi per ton urea bisa disetarakan dengan pabrik baru, efisiensi yang didapat setara dengan penghematan biaya produksi sekitar Rp 1,5 triliun per tahun.

"Untuk Urea saat ini rasio konsumsi energi kami tinggi sekali, rata-rata rasio konsumsi gas itu adalah 28 MMBTU per ton urea,” kata Rahmad.

 

Target Efisiensi Gas dan Pembangunan Pusri IIIB

 

Revitalisasi industri pupuk menjadi kunci bagi Pupuk Indonesia untuk mengatasi tantangan pabrik yang tua dan tidak efisien. Melalui program ini, konsumsi gas di Pupuk Indonesia Grup diproyeksikan dapat ditekan menjadi 25 MMBTU per ton Urea pada tahun 2035. Efisiensi energi ini diharapkan mampu menurunkan biaya produksi dan memungkinkan Pupuk Indonesia menyediakan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebagai langkah nyata, Pupuk Indonesia saat ini sedang membangun pabrik baru. “Kami sedang membangun satu pabrik bernama Pusri IIIB yang akan menggantikan pabrik yang sudah tua. Keberadaan pabrik ini akan menjadikan Pusri sebagai perusahaan pupuk tertua, tetapi dengan rata-rata umur pabrik yang paling muda dan paling efisien,” pungkas Rahmad.

Editor : Redaksi Lombok Post
#pupuk #pupuk indonesia