
LombokPost - Kota Mataram membuktikan ketangguhannya di sektor pertanian di tengah ancaman fenomena kekeringan.
Meski isu kekeringan akibat El Nino membayangi berbagai daerah, Kota Mataram dinilai masih aman. Para petani di enam kecamatan tetap konsisten bisa menanam dan memanen padi hingga tiga kali dalam setahun.
“Hingga saat ini, aktivitas pertanian di enam kecamatan masih berjalan sangat normal. Petani kita masih ada yang sedang menanam, ada juga yang sedang memanen padi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Johari.
Sistem irigasi teknis yang solid serta ketersediaan pasokan air yang melimpah menjadi kunci utama Kota Mataram belum masuk dalam daftar wilayah berstatus awas kekeringan.
Johari mengatakan, infrastruktur pengairan yang ada saat ini membuat aktivitas pertanaman padi di seluruh wilayah pertanaman relatif stabil dan terjamin.
“Pasokan air masih sangat mencukupi, karena ada irigasi teknis yang kita miliki,” urainya.
Baca Juga: Jeritan Petani dan Harapan Warga Mataram: Beras SPHP Laris Manis, Bagaimana Nasib Gabah Lokal?
Kondisi air yang terjaga ini mendukung pola tanam optimal padi-padi-padi secara konsisten. Atau siklus menanam padi sebanyak 3 kali berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun.
Tak heran, produktivitas lahan pertanian di Kota Mataram terbilang cukup tinggi, yakni mampu mencapai rata-rata 6,4 ton per hektar.
Meski demikian, Pemkot tidak mau lengah dan tetap menyiapkan langkah mitigasi terukur jika sewaktu-waktu terjadi kemarau panjang ekstrem yang memicu penurunan debit air irigasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




