LombokPost--Tim Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Mataram melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat untuk mendukung pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM).
Program yang diketuai Agrijanti ini berfokus pada edukasi pembuatan black garlic (bawang hitam) sebagai sumber antioksidan alami.
Kegiatan yang melibatkan mitra sasaran penderita hiperglikemia ini diawali dengan skrining kesehatan pada 30 Juni 2025.
Sebanyak 300 stik pemeriksaan glukosa darah disiapkan untuk mendeteksi warga dengan kadar gula darah tinggi.
"Warga dengan kadar glukosa di atas normal kami undang bersama satu anggota keluarga untuk mengikuti pelatihan," jelas Agrijanti, Selasa (7/10).
Pelatihan pembuatan black garlic dilaksanakan pada 13 Juli 2025.
Para peserta tidak hanya mendapat penyuluhan tentang PTM dan manfaat antioksidan, tetapi juga praktik langsung pembuatan black garlic menggunakan peralatan sederhana seperti magicom, aluminium foil, dan bawang putih varietas Sembalun.
"Kami memilih metode yang mudah diaplikasikan masyarakat dengan peralatan rumah tangga yang tersedia," tambah Agrijanti.
Proses pendampingan terus berlanjut pada 16 Juli 2025, dimana tim melakukan pemantauan langsung pelaksanaan pembuatan black garlic di rumah-rumah warga.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim juga memberikan bantuan alat dan bahan kepada mitra sasaran.
Hasil evaluasi pada 30 Juli 2025 menunjukkan capaian yang signifikan.
Sebanyak 85 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang manfaat antioksidan, 90 persen memahami manfaat black garlic, dan 80 persen berhasil memproduksi black garlic dengan kualitas baik.
Yang menggembirakan, 65 persen peserta melihat potensi ekonomi dari produk ini.
Beberapa warga mulai memproduksi dalam jumlah lebih besar untuk dijual di pusat oleh-oleh desa wisata Bonjeruk.
Kepala Desa Bonjeruk, Lalu Aulia Rahman, menyambut baik program ini.
"Ini sejalan dengan pengembangan desa wisata kami. Selain untuk kesehatan, black garlic juga punya nilai ekonomis," ujarnya.
Program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk unggulan berbahan baku lokal khas Lombok.
Editor : Kimda Farida