Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Realisasi Retribusi Parkir Mataram Baru Rp 7 Miliar, Masih Jauh dari Target

Sanchia Vaneka • Minggu, 12 Oktober 2025 | 05:40 WIB

 

 

 

Tim memberikan arahan kepada juru parkir di lokasi usaha.
Tim memberikan arahan kepada juru parkir di lokasi usaha.


LombokPost – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram dari sektor retribusi parkir dipastikan berat untuk tercapai tahun ini. Hingga hari ini, realisasi pendapatan baru menyentuh angka Rp 7.812.215.002. Angka ini hanya sekitar 43,40 persen dari target ambisius sebesar Rp 18 Miliar yang ditetapkan sebelumnya.

 “Ya masih belum,” kata Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Lalu Muhammad Sopandi.

Sopandi menjelaskan, target Rp 18 Miliar tersebut sejatinya disusun dengan asumsi kenaikan tarif parkir yakni menjadi Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Namun, Wali Kota Mataram memutuskan untuk menunda kenaikan tarif tersebut.

“Saat ini Pemkot menunda kenaikan tarif sesuai pertimbangan dan masukan dari Ombudsman dan Bank Indonesia (BI)," jelasnya.

Baca Juga: ​SKANDAL PARKIR MANDALIKA, Ulah Stiker Palsu Bikin Kapasitas Sirkuit JEBOL Dua Kali Lipat!

Sopandi merinci, Ombudsman mendesak Pemkot untuk meningkatkan kualitas pelayanan juru parkir (jukir) serta sarana dan prasarana perparkiran sebelum tarif dinaikkan. Sementara BI memberikan catatan terkait pertumbuhan ekonomi yang belum pulih sepenuhnya, yang berdampak pada daya beli masyarakat.

Pertimbangan tersebut, ditambah dengan dinamika nasional seperti kasus-kasus yang melibatkan jukir, menjadi dasar kuat bagi Wali Kota untuk menunda kebijakan tersebut. Dengan kondisi ini, Sopandi mengestimasikan capaian realisasi retribusi parkir hingga akhir tahun hanya akan berkisar di angka Rp 10 Miliar, jauh dari target awal yang sudah dipatok tinggi.

“Target kita Rp 10 miliar saja, optimis,” terangnya.

Berdasarkan data dari aplikasi Sistem Juru Parkir (Sijukir) Dishub Mataram, Area Cakranegara tampil sebagai penyumbang terbesar dengan total pendapatan mencapai Rp 2,637 Miliar. Angka fantastis ini didukung oleh jumlah juru parkir (jukir) terbanyak, yakni 293 orang, dan mencatat transaksi non-tunai tertinggi, yaitu 45.594 transaksi.

“Hampir sepertiga dari total realisasi yang ada berasal dari sana,” terangnya.

Baca Juga: Dishub Mataram Perketat Verifikasi Parkir Berpajak, Cegah Kebocoran Pendapatan

Sementara itu, wilayah Mataram menempati posisi kedua dengan total pendapatan Rp 1,211 Miliar. Uniknya, Mataram menjadi wilayah dengan setoran tunai tertinggi, mencapai Rp 91,278 Juta, jauh meninggalkan wilayah lain.

Di sisi lain, tiga wilayah, yakni Selaparang mencapai Rp 1,065 Miliar, Sandubaya  dengan Rp 1,007 Miliar, dan Ampenan Rp 764 Juta. Wilayah Sekarbela menjadi kontributor terkecil dengan total pendapatan Rp 744,8 Juta dan hanya melibatkan 82 orang jukir.

Begitu juga dengan ada sebanyak 997 juru parkir (Jukir) aktif yang tersebar di seluruh wilayah kota. Ratusan jukir ini mengelola total 802 titik parkir aktif yang terdata resmi.

“Ini aktif semua,” tambahnya. 

 

 

 

 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Dishub Mataram #Parkir #Mataram