LombokPost - Sinyal penurunan bisnis perhotelan kelas bawah di Kota Mataram mulai terbukti. Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram mengonfirmasi satu hotel kategori melati secara resmi telah mengajukan diri untuk tutup.
“Kalau merubah bisnis itu belum ada yang resmi. Ini resmi satu yang mengundurkan diri atau tutup hotel melati,” kata Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan BKD Kota Mataram, Achmad Amrin, kemarin (14/10).
Amrin menjelaskan, keputusan pemilik untuk merubah fungsi usaha menjadi kos-kosan sepenuhnya adalah hak pemilik. Namun, BKD Mataram memiliki syarat tegas sebelum perubahan fungsi disahkan.
"Konsen kita, kalau dia masih ada piutang, ya harus diselesaikan. Kalau memang dia mau merubah, diselesaikan piutang dulu. Kewajiban piutang itu tetap melekat, tetap kita tagih sampai dia lunas,” tegas Amrin.
Baca Juga: Hotel Melati Ramai-ramai Beralih Fungsi Jadi Kos
Saat ini, BKD belum mengetahui pasti berapa besaran piutang pajak hotel tersebut. Pihaknya segera menerjunkan tim pengendalian untuk mengecek langsung ke lokasi dan memproses data yang dibutuhkan. ”Nanti tim kita minta turun untuk mengecek,” katanya.
Amrin menduga, salah satu alasan utama pemilik hotel melati jadi kos-kosan adalah karena sepinya pelanggan.
Kondisi ini diperparah oleh menjamurnya kos-kosan elite yang kini menjadi saingan kuat dalam menyasar penyewa harian maupun bulanan.
Meski demikian, Amrin menilai bahwa beralihnya hotel menjadi kos-kosan elite dapat mengurangi jumlah Wajib Pajak (WP) di sektor hotel. Namun, ia menekankan, kos-kosan elite juga tetap akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN) yang tarifnya mungkin lebih besar dibandingkan pajak hotel yang disesuaikan dengan okupansi.
”Dampaknya ke situ akan berkurang wajib pajak kita. Tapi kalau tarif PPN dan PPH itu kan banyak pasalnya, kurang paham saya,” tandasnya.
Keputusan satu hotel melati tutup dan berubah fungsi ini menjadi penanda awal dari tantangan besar yang dihadapi bisnis perhotelan kelas bawah di Mataram.
Editor : Jelo Sangaji