Lombok Post- Di selatan Pulau Lombok, terbentang hamparan pasir putih dan bukit hijau yang dulu senyap. Kini, dentuman mesin balap dan sorak penonton menggema dari Pertamina Mandalika International Circuit. Ikon baru Indonesia di mata dunia.
Namun, sirkuit ini bukan sekadar lintasan bagi motor berkecepatan tinggi. Ia adalah pemicu percepatan pembangunan yang lebih luas, yang menjalar ke berbagai sisi kehidupan masyarakat dan infrastruktur daerah.
Sejak pembangunan sirkuit dimulai, geliat perubahan terlihat nyata. Hotel dan homestay tumbuh, bukan hanya milik investor besar, tetapi juga milik warga lokal yang kini melihat peluang baru. Restoran, kafe, dan pusat oleh-oleh bermunculan, memadukan cita rasa lokal dengan sentuhan modern.
Jalan raya diperlebar, fasilitas umum dibangun dan diperbaiki. Mandalika yang dulu terpencil, kini terhubung bukan hanya secara fisik, tapi juga secara ekonomi dan sosial.
Akses ke kawasan wisata semakin mudah, membuka gerbang bagi pertumbuhan sektor lain: pariwisata, transportasi, hingga ekonomi kreatif.
Di tengah semua itu, masyarakat menjadi bagian penting dari perubahan. Program pelatihan, pemberdayaan UMKM, dan pelibatan warga dalam sektor jasa dan pariwisata tumbuh beriringan.
Pertamina, sebagai mitra utama dalam pembangunan kawasan ini, tak hanya menghadirkan sirkuit berstandar
internasional, tapi juga mendukung ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Kini, Mandalika bukan hanya nama. Ia adalah simbol kemajuan.
Sebuah kawasan yang dulu sunyi, kini menjadi panggung dunia dan ladang harapan baru bagi masyarakat lokal.
Di balik suara mesin yang meraung, ada suara-suara kehidupan yang bangkit dan berkembang.