Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dua Bulan Beroperasi, SPPG Polda NTB Jamin Menu MBG Aman dan Bergizi

Sanchia Vaneka • Kamis, 6 November 2025 | 11:05 WIB

 

SPPG Polda NTB saat lakukan FGD MBG
SPPG Polda NTB saat lakukan FGD MBG

LombokPost – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Polda NTB menunjukkan komitmen serius dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak mulai beroperasi pada 8 September 2025, SPPG yang di NTB sering disebut SPPG Polda ini telah menjangkau ribuan siswa dengan jaminan menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan para wali murid penerima MBG, ahli gizi, dan para perugas penjamah dapur dengan tema Mendukung Pemerintah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus pemenuhan gizi kelompok rentan.

Ketua SPPG Polda NTB Agil Z. Agil, menjelaskan bahwa dapur mereka telah beroperasi selama kurang lebih dua bulan.

“Kami sudah beroperasi ini sekitar dua bulan, dari tanggal 8 September 2025 sampai sekarang," ujar Agil.

Baca Juga: Maksimalisasi Penerima Manfaat MBG By Dapur Sekolah Design oleh Dr. Mugni Sn, M.Pd., M.Kom (Direktur Cendekia Institut)

Agil menekankan pentingnya aspek keamanan pangan dalam setiap distribusi. Bahkan, sebelum makanan didistribusikan, mereka selalu melakukan pengecekan ketat yang disebut food safety.

"Bedanya di SPPK (SPPG, Red) kami itu selalu sebelum distribusi, kami ada pengecekan food safety namanya. Di situ kita ngecek kandungan nitritnya, formalinnya, terus kandungan-kandungan yang lain yang ada di makanan yang sudah kita masak," jelasnya.

Hasil pengecekan ini bahkan dikirimkan kepada para wali murid, memastikan mereka merasa aman terhadap makanan yang dikonsumsi anaknya.

Untuk memastikan higienitas, Agil memastikan bahwa dapur SPPG mereka telah memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal.

"Untuk SLHS sama halal dan safe itu sudah kami selesaikan semua, tinggal proses penerbitannya saja. Persyaratan semuanya sudah," tegas Agil.

Dalam dua bulan pertama, SPPG Polda NTB telah melayani 13 sekolah di Kota Mataram dengan total penerima manfaat mencapai 2.886 siswa.

Agil menyebutkan bahwa angka ini akan segera disesuaikan, sesuai rencana pemerataan penerima manfaat.

 "Rencana itu setiap dapur maksimal 2.500 penerima manfaat," ungkapnya.

Baca Juga: 5 Dapur MBG di Kota Mataram Belum Kantongi SLHS

Sisa penerima manfaat dari pemerataan tersebut akan dialihkan untuk kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) di seluruh SPPG Kota Mataram, memastikan pemerataan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat rentan.

Mengenai kandungan gizi, Agil menjamin menu MBG telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

“Gizi itu kan sudah ada ketentuan memang dari Badan Gizi Nasional. Seratnya berapa, proteinnya berapa, karbonya berapa, kayak gitu kan. Itu yang kita penuhin," jelas Agil.

Menanggapi keluhan terkait anak-anak yang sulit makan sayur, SPPG Polda NTB telah menyiapkan langkah inovatif.

Rencananya, setiap bulan akan ada sosialisasi ke sekolah yang melibatkan ahli gizi.

"Nanti kita ada ahli gizi juga yang mendampingi ke sekolah untuk memaparkan kayak pentingnya ini loh pentingnya gini, serat, pentingnya protein, pentingnya sayur," sebutnya.

Lebih dari sekadar gizi, program ini juga memberi dampak signifikan pada perekonomian lokal. Satu dapur SPPG Polda NTB saat ini menyerap kurang lebih 47 tenaga kerja.

“47 orang dikasih gaji habis itu dia pergi ke pasar akhirnya muter tuh perekonomian lagi,” jelasnya.

Editor : Kimda Farida
#SPPG #polda ntb #Mbg