LombokPost - Semangat inovasi dan kreativitas sebagai tumpuan dalam mendulang prestasi tertanam baik pada siswa-siswi SMAN 1 Labuhan Haji di Kabupaten Lombok Timur.
Hal itu terlihat jelas saat mereka dengan semangat menjalankan kegiatan kokulikuler dalam satu pekan penuh.
Pada Sabtu (15/11) lalu, SMAN 1 Labuhan Haji menggelar puncak karya dan aksi kegiatan kokulikuler bertajuk ‘Kreativitas Bersinergi: Inovasi, Budaya, dan Energi untuk Masa Depan Berkelanjutan’.
Dalam puncak karya dan aksi kegiatan kokulikuler tersebut, SMAN 1 Labuhan Haji memamerkan karya siswa dan siswi yang dibuat bersama selama satu pekan berkegiatan.
Kelas X mengambil tema Eco-Innovation Limbah Non Organik menjadi bernilai jual. Sedangkan kelas XI mengerjakan proyek membatik dengan tema merajut nilai budaya Sasambo melalui proyek batik tulis karya siswa SMAN 1 Labuhan Haji. Terakhir kelas XII mengerjakan prototipe panel surya untuk sekolahku.
Kepala SMAN 1 Labuhan Haji Muh. Afturizalinur Adaminata menerangkan, pihaknya memilih melakukan pelaksanaan kokulikuler satu pekan dalam satu bulan.
Dijelaskan, kokulikuler sendiri merupakan kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk menguatkan, memperdalam, atau memperkaya materi pelajaran yang sudah dipelajari di dalam kelas (intrakurikuler), yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa.
“Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter, dalam hal ini peduli lingkungan, mandiri, dan berbudaya,” kata Afturizalinur.
Tahapan dari kegiatan tersebut diawali dengan praorientasi yakni dengan mendatangkan guru tamu untuk memberikan materi pada siswa. Selanjutnya kontekstualisasi yakni proses melakukan atau mencermati apa yang didapatkan dari guru tamu dengan bersiap untuk beraksi.
“Baru kemudian tahapan aksi yang adalah kita lakukan hari ini dalam puncak karya dan aksi. Setelah ini, barulah refleksi atau evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan bersama oleh siswa,” jelas Rizalinur.
Dalam kesempatan yang sama, Rizalinur juga menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh guru SMAN 1 Labuhan Haji yang telah membantu dan berpartisipasi penuh dalam proses kokulikuler tersebut. Ia merasa senang dengan konsep yang ditawarkan, juga dengan apa produk yang dihasilkan.
“Terutama semangat siswa dalam belajar di proyek ini. Mulai dari riset, mengumpulkan bahan berupa sampah, dan kemudian bekerjasama membuat berbagai macam kerajinan yang layak jual,” terangnya.
Koordinator kegiatan kokulikuler SMAN 1 Labuhan Haji Zainul Muttaqin menerangkan dalam proyek tersebut siswa kelas X yang berjumlah 9 kelas diajak mengolah sampah plastik menjadi kerajinan tangan bernilai guna. Hasilnya beragam, mulai dari pot bunga, hiasan rumah, hingga aksesoris sederhana.
“Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang sekaligus membuka peluang wirausaha. Tadi bisa dilihat sendiri, dari sembilan kelas, masing-masing membuat 4 sampai 6 produk. Jadi sudah banyak sekali yang dihasilkan,” terang Muttaqin.
Ia juga menjelaskan jika satu pekan melaksanakan kegiatan kokulikuler tersebut, ia melihat antusias tinggi siswa yang bahkan lebih besar dari pelaksanaan intrakulikuler.
“Ini tentu menjadi catatan kami. Karena senang sekali melihat antusias siswa dalam kegiatan kokulikuler. Itu mengapa kami memilih melaksanakan kegiatan ini satu kali dalam sebulan,” jelasnya.
Selain memanfaatkan limbah menjadi kerajinan berdaya jual, proyek kokulikuler untuk kelas XI adalah membetik. Dalam kegiatan satu pekan tersebut, kata Muttaqin, siswa diberi kesempatan untuk belajar membatik bersama guru tamu. Dengan penuh antusias, mereka mencoba teknik dasar membatik menggunakan pewarna alami.
“Kegiatan ini menjadi sarana melestarikan budaya sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap warisan lokal. Dari sini juga tercipta puluhan batik,” jelasnya.
Sedangkan proyek untuk kelas XII adalah membuat prototipe panel pembangkut listrik tenaga surya. “Satu kelas satu panel PLTS. Jadi ada 9 panel yang ada hari ini,” jelasnya.
Dijelaskan, dalam proses pembuatan PLTS, siswa mengerjakan proyek tersebut secara mandiri. Beberapa di antaranya seperti merakit komponen awal, desain lokasi dan pemasangan tiang, dan juga survei lokasi.
“Proses detail seperti pengaturan saklar otomatis, pengujian rangkaian hingga refleksi hasil karya juga dilakukan secara mandiri oleh siswa. Bisa dilihat sendiri, sejumlah panel yang ada ini murni karya siswa,” terangnya.
Sampah MBG Jadi Bunga Hiasan
Salah satu yang menarik dari proyek kokulikuler SMAN 1 Labuhan Haji adalah proyek kelas X yang mendaur ulang sampah jadi kerajinan berdaya jual. Mardiatun Solihah, siswa kelas X.1 menuturkan bagaimana ia membuat berbagai macam kerajinan melalui sampah non organik yang tercecer di sekolahnya.
Pantauan langsung Lombok Post, setiap kelas membuat antara 6 sampai 8 produk kerajinan. Mulai dari tas keranjang, pas bunga, keranjang botol minuman, tas bolpoin, lampu tidur, topi, dan puluhan produk berdaya jual lainnya.
“Jadi ini kami membuat bunga dari kertas bekas bungkus jajan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan setiap hari,” kata Mardiatun.
Ia menerangkan tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan limbah non organik yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan dalam proyek kokulikuler. “Semua ada di sini. Dan semuanya kami dapatkan dalam sehari saja,” terangnya.
Hal senada disampaikan M Nashih Ulwan Shobari siswa Kelas X.2. Seperti halnya kerajinan kelas lainnya, ada sejumlah bahan yang didapatkan juga dari sampah yang ada di sekolah. Ulwan menerangkan satu kelas membuat empat sampai lima kelompok. Kemudian satu kelompok membuat satu atau dua kerajinan.
“Senang sekali mengikuti kegiatan ini. Selama satu minggu penuh kita belajar dan semua mengambil peran masing-masing. Kita juga banyak dapat hal baru dari kegiatan ini,” ungkap Ulwan.
Selain ada sejumlah limbah non organik yang membutuhkan waktu untuk dikumpulkan, sejumlah besar limbah non organik yang dibutuhkan siswa dalam kegiatan kokulikuler tersebut sudah tersedia di bank sampah yang ada di sekolah.
“Jadi kami memang ada bank sampah. Sehingga cukup mudah mendapatkan yang kami butuhkan di sana,” jelasnya. (tih/r3)
Editor : Jelo Sangaji