Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Konflik PBNU Mereda: Gus Yahya Siap Islah dengan Rais Aam, Muktamar Dipersiapkan Ulang

Marthadi • Rabu, 3 Desember 2025 | 14:03 WIB

 

KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menanggapi beredarnya surat pemecatan dirinya dari jabatan Ketua Umum PBNU.
KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menanggapi beredarnya surat pemecatan dirinya dari jabatan Ketua Umum PBNU.
LombokPost - Arah baru mulai terlihat di tengah memanasnya konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Umum PBNU nonaktif, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dikabarkan siap melakukan islah atau rekonsiliasi dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar demi mencegah perpecahan di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia itu.

Sekjen PBNU Amin Said Husni mengatakan rekonsiliasi menjadi jalan konstitusional terbaik agar NU tetap solid.

“Gus Yahya bakal islah atau rekonsiliasi. Karena ini satu-satunya jalan untuk menghindari perpecahan,” ujarnya.

Menurut Amin, konflik harus segera dituntaskan agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan, baik di internal NU maupun di tengah umat.

“Jika NU pecah, yang rugi bukan hanya pihak yang berselisih, tapi NU secara keseluruhan dan bangsa ini,” tegasnya.

Pemecatan dan Sikap Rais Aam

Sebelumnya, PBNU resmi memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum pada 26 November 2025. Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan keputusan pemberhentian tersebut sah secara kelembagaan. Ia menyebut 36 PWNU telah memberikan dukungan penuh untuk menindaklanjuti keputusan itu.

Menuju Muktamar Baru

Baik pihak Gus Yahya maupun KH Miftachul Akhyar disebut telah sepakat menyiapkan Muktamar NU guna memilih kepengurusan baru. Langkah ini diyakini menjadi titik temu untuk mengembalikan stabilitas organisasi dan meredam gejolak yang berpotensi memecah belah warga NU. (*)

Editor : Marthadi
#muktamar nu #Islah PBNU #konflik PBNU #Miftachul Akhyar #gus yahya