Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perluas Pasar Global, Pemerintah Sasar Jepang dan Negara D-8 untuk Produk Halal

Redaksi Lombok Post • Senin, 8 Desember 2025 | 23:05 WIB

MEMBURU KEBERKAHAN: Kegiatan Sosialisasi Produk Halal bertajuk “UMKM Halal, Ekonomi Kota Tumbuh dalam Keberkahan” yang digelar di Prime Park Hotel, Rabu (30/7).
MEMBURU KEBERKAHAN: Kegiatan Sosialisasi Produk Halal bertajuk “UMKM Halal, Ekonomi Kota Tumbuh dalam Keberkahan” yang digelar di Prime Park Hotel, Rabu (30/7).
LombokPost -- Pemerintah Indonesia secara agresif memperluas pasar global untuk produk halal dan memperkuat kerja sama perdagangan internasional. Dua capaian penting tercatat pada awal Desember 2025, yaitu suksesnya Paviliun Halal Indonesia di Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) Winter 2025, serta dorongan agar kerja sama tarif di forum Developing-8 (D-8) ditingkatkan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat hasil gemilang di JFEX yang berlangsung di Makuhari Messe, Chiba, Jepang. Paviliun Halal Indonesia, yang menghadirkan 13 pelaku industri makanan-minuman, dinobatkan sebagai paviliun internasional terbaik.

“Tingginya minat pembeli Jepang membuktikan kualitas dan daya saing produk halal Indonesia,” ujar Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo, di Jakarta, Senin (8/10).

Baca Juga: Kemurnian Ganda, Kepercayaan Mendunia: Pipa PPR RIIFO Jadi Standar Baru Industri dengan Sertifikasi Halal dan NSF 51

Selama 3–5 Desember, Paviliun Halal Indonesia berhasil menarik 4.000 pengunjung dengan capaian total transaksi dan komitmen hingga USD 10 juta. Nilai ini termasuk penandatanganan letter of intent antara PT Ladang Sehat Indonesia dan TNC Okinawa senilai USD 225 ribu.

Kemenperin juga memfasilitasi 161 pertemuan bisnis dan memperkuat kerja sama sertifikasi halal melalui kunjungan ke lembaga halal di Jepang. “Langkah ini memperkuat kredibilitas sertifikasi halal Indonesia di pasar global,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mendorong peningkatan Preferential Trade Agreement (PTA) negara D-8 menjadi Free Trade Agreement (FTA) atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

“Target perdagangan USD 500 miliar pada 2030 hanya bisa dicapai jika kerja sama tarif diperluas dan regulasi diselaraskan,” ujarnya.

Roro menilai sektor halal harus menjadi fokus utama kerja sama, seiring meningkatnya kebutuhan global. Ia juga mengusulkan pembentukan advisory council di bawah D-8 Chamber of Commerce untuk memperkuat keterlibatan dunia usaha.

Anggota negara D-8 adalah Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki, yang mayoritas warganya adalah muslim. Indonesia mencatat total perdagangan dengan D-8 sebesar USD 30,1 miliar pada Januari–September 2025, tumbuh 9,5 persen. Indonesia siap menjadi tuan rumah TMC (pertemuan tingkat menteri) berikutnya dalam keketuaan D-8 periode 2026–2027.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Dyah Roro Esti #halal #Produk halal #jepang