Berlokasi di Lapangan Kantor ITDC The Mandalika, kegiatan ini diikuti pegawai ITDC, tenant hotel dan restoran, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bazaar Mandalika.
Seluruh peserta dilatih memahami prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam api, dan langkah penanganan cepat ketika potensi kebakaran muncul.
Simulasi serupa sebelumnya digelar pada 2023. Mulai 2025, ITDC menargetkan kegiatan ini digelar rutin setiap tahun sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan dan tata kelola risiko di The Mandalika.
PGS General Manager The Mandalika Agus Setiawan menegaskan kegiatan fire drill ini merupakan komitmen ITDC mewujudkan kawasan wisata yang aman dan siap menghadapi kondisi darurat.
“The Mandalika sebagai destinasi kelas dunia tidak hanya fokus pada infrastruktur dan pengalaman wisata, tetapi juga pada aspek keselamatan. Simulasi ini diharapkan menumbuhkan kesiapsiagaan kolektif,” ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Saeful Bahri, S.T, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, latihan rutin mampu meningkatkan respons dan koordinasi di lapangan.
“Semakin sering pelatihan dilakukan, semakin baik tingkat kesiapan. Kami berharap ini menjadi standar keselamatan operasional di The Mandalika,” katanya.
Melalui simulasi ini, peserta mempelajari pengenalan kelas-kelas kebakaran, jenis APAR yang tepat, penanganan kebocoran gas elpiji, hingga praktik langsung memadamkan api.
Demonstrasi mobil pemadam kebakaran menjadi penutup sebagai gambaran koordinasi lapangan dalam keadaan darurat.
Kegiatan ini juga selaras dengan komitmen keberlanjutan ITDC terhadap SDGs, khususnya SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, SDG 16 terkait kelembagaan yang tangguh, serta SDG 8 yang menitikberatkan pada keselamatan dan kesehatan kerja.
Melalui fire drill ini, ITDC berharap seluruh pihak di kawasan memiliki pemahaman lebih kuat mengenai langkah yang harus dilakukan saat risiko kebakaran muncul, termasuk penggunaan peralatan darurat yang tepat.
Editor : Marthadi