LombokPost - Untuk memperlancar mobilitas selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoperasikan ruas tol fungsional.
Yang disiapkan sepanjang 197,1 kilometer dan ruas tol operasional sepanjang 4,7 kilometer.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik.
“Semoga menghadirkan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam keterangan resminya Rabu (17/12).
Untuk waktu operasi, lanjutnya, telah dimulai pada 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Ruas tol fungsional dan operasional difungsikan sejak pukul 07.00 hingga 17.00. “Kecuali Jalan Tol Sigli–Banda Aceh yang sudah beroperasi sejak 6 Desember,” papar Dody.
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Willan Oktavian mengatakan, dibukanya ruas tol fungsional tersebut akan memangkas waktu tempuh masyarakat. Misalnya, untuk Ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi yang telah terbangun dua seksi.
“Probolinggo–Besuki dari 1 jam menjadi 30 menit. Perjalanan Probolinggo–Banyuwangi dari 5 jam menjadi 2 jam,” ujarnya.
Sementara itu, PT Jasamarga Related Business (JMRB) memastikan, kesiapan Travoy Rest di seluruh ruas Tol Jasa Marga untuk memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jalan. Salah satunya melalui kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Travoy Rest.
“Kami memastikan, sebanyak 107 SPKLU beroperasi selama 24 jam di 26 Travoy Rest. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode Lebaran 2025, di mana SPKLU hanya tersedia di 22 titik Travoy Rest,” ujar Direktur Bisnis Fasilitas Jalan Tol PT JMRB Bimo Esmunantyo dalam keterangannya pada Rabu (17/12).
Bimo menambahkan, PT JMRB juga telah meningkatkan layanan SPKLU dengan mengganti tipe socket charging dari AC charging menjadi fast charging. Dengan peningkatan tersebut, waktu pengisian daya kendaraan listrik dapat dilakukan dalam kisaran 15 hingga 30 menit.
Di ruas Cipularang, SPKLU tersedia di Travoy Rest KM 88A sebanyak 7 unit dan KM 88B sebanyak 8 unit. Sementara itu, di ruas Palikanci, SPKLU disiagakan di Travoy Rest KM 207A sebanyak 7 unit.
Untuk ruas Batang–Semarang, SPKLU tersebar di Travoy Rest KM 360B sebanyak 2 unit, KM 379A sebanyak 8 unit, KM 389B sebanyak 7 unit, serta KM 391A sebanyak 2 unit. Pada ruas Solo–Ngawi, SPKLU tersedia di Travoy Rest KM 519A sebanyak 4 unit, KM 519B sebanyak 5 unit, KM 538A sebanyak 2 unit, KM 538B sebanyak 2 unit, KM 575A sebanyak 7 unit, dan KM 575B sebanyak 6 unit.
“Selain itu, di ruas Ngawi–Kertosono, SPKLU disiapkan di Travoy Rest KM 597A sebanyak 6 unit dan KM 597B sebanyak 2 unit,” paparnya.
Selanjutnya, di ruas Surabaya–Mojokerto, SPKLU tersedia di Travoy Rest KM 725A sebanyak 6 unit dan KM 725B sebanyak 1 unit. “Di ruas Gempol–Pasuruan, fasilitas serupa disiapkan di Travoy Rest KM 792A dan KM 792B masing-masing sebanyak 5 unit. Sedangkan di ruas Pandaan–Malang, SPKLU tersedia di Travoy Rest KM 66A sebanyak 5 unit, KM 66B sebanyak 5 unit, KM 84A sebanyak 2 unit, serta KM 84B sebanyak 1 unit,” katanya. (idr/raf/ttg/JPG/r3)
Editor : Jelo Sangaji