Tak tanggung-tanggung, jenderal bintang dua ini melakoni agenda maraton dengan menyambangi dua poros penting daerah: legislatif dan tokoh agama karismatik.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis Polda NTB dalam memastikan kondusivitas wilayah tetap terjaga di awal tahun 2026.
Dialog Strategis di Gedung Udayana
Agenda dimulai tepat pukul 10.00 Wita. Kapolda NTB beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda NTB "menyerbu" ruang kerja ketua DPRD NTB.
Kehadiran sosok nomor satu di Polda NTB ini disambut hangat, menciptakan suasana dialog yang jauh dari kesan kaku.
Dalam pertemuan tersebut, Irjen Pol. Edy Murbowo didampingi oleh Karoops, Karolog, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Kabid Humas, hingga Kabid Propam. Fokus utamanya jelas: memperkuat sinergi kelembagaan demi menjaga stabilitas keamanan di Nusa Tenggara Barat.
"Silaturahmi ini adalah ruang dialog strategis antara Polri dan legislatif. Kita ingin memastikan sinergi ini berjalan kuat untuk menjaga daerah kita tetap aman," ungkap pihak Polda NTB.
Sowan ke Kediaman Datuq Bagu
Tak berhenti di Mataram, usai urusan di legislatif tuntas, Kapolda langsung meluncur menuju Lombok Tengah.
Tepat pukul 13.00 Wita, rombongan tiba di Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu.
Kedatangan Kapolda bertujuan untuk menemui Mustasyar PBNU TGH Lalu Turmudzi Badruddin, atau yang akrab disapa Datuq Bagu.
Menariknya, kunjungan ini juga dirangkaikan dengan ibadah Sholat Jumat berjamaah bersama santri dan warga setempat.
Kapolda NTB menegaskan bahwa komunikasi dengan tokoh agama adalah kunci utama dalam merawat persatuan di NTB.
“Silaturahmi seperti ini menjadi bagian upaya memperkuat persatuan, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta membangun kebersamaan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” tegas Irjen Pol. Edy Murbowo.
Kunjungan maraton ini mengirimkan pesan kuat bahwa Polda NTB berkomitmen penuh merangkul semua lini—mulai dari pejabat politik hingga ulama—demi menciptakan suasana NTB yang aman, damai, dan sejuk.
Editor : Marthadi