LombokPost--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini akan peningkatan potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama sepekan ke depan, mulai 20 hingga 26 Januari 2026.
Analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan beberapa faktor pemicu yang signifikan.
Di antaranya adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di pesisir utara Australia, aktivitas MJO (Madden-Julian Oscillation), gelombang Rossby ekuator, gelombang Kelvin, serta pertemuan dan perlambatan angin di sekitar NTB.
Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan labilitas udara yang kuat, mendukung pertumbuhan awan cumulonimbus penyebab hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Dampak Cuaca Ekstrem dan Daerah Terdampak
Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
-
Hujan Lebat & Angin Kencang: Seluruh kabupaten dan kota di NTB, termasuk Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 20-26 Januari 2026.
-
Gelombang Tinggi: Masyarakat dan nelayan juga diimbau waspada terhadap potensi gelombang tinggi di perairan NTB. Pada 20-22 Januari 2026, gelombang dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan perairan Samudera Hindia Selatan NTB.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah
BMKG memberikan serangkaian imbauan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem:
-
Masyarakat dihimbau untuk:
-
Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan petir.
-
Memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh.
-
Membersihkan saluran air untuk mencegah penyumbatan dan genangan.
-
Menyiapkan rencana evakuasi dini, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
-
Tidak melaut jika kondisi gelombang tinggi.
-
-
Pemerintah Daerah dan pihak terkait diharapkan dapat:
-
Melakukan pengecekan dan pembersihan infrastruktur drainase.
-
Mengintensifkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
-
Memperkuat koordinasi antarinstansi untuk kesiapan penanganan darurat.
-
Pemutakhiran Informasi
Masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid. Informasi valid dapat diakses melalui:
-
Website: https://www.bmkg.go.id/
-
Aplikasi InfoBMKG
-
Akun media sosial resmi BMKG.