Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Vira Safitri: Dosen Universitas Mataram yang Menembus Pasar Nasional Lewat Novel

Rosmayanthi • Rabu, 11 Februari 2026 | 17:21 WIB

Dalam acara bedah buku yang diinisiasi oleh Perpustakaan Kota Mataram, Vira Safitri mengupas tuntas karya terbarunya berjudul
Dalam acara bedah buku yang diinisiasi oleh Perpustakaan Kota Mataram, Vira Safitri mengupas tuntas karya terbarunya berjudul
LombokPost - Nama Vira Safitri kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta literasi Kota Mataram. 

Di tengah kesibukannya menempuh studi doktoral (S3) di Universitas Antwerp, Belgia, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mataram ini membuktikan bahwa jarak dan aktivitas akademik bukan penghalang untuk tetap produktif melahirkan karya populer.

Dalam acara bedah buku yang diinisiasi oleh Perpustakaan Kota Mataram pada Rabu (11/2/2026), Vira secara resmi mengupas tuntas karya terbarunya berjudul "The Spark Between Us". 

Buku kelima ini sekaligus mempertegas eksistensinya sebagai salah satu penulis muda NTB yang sukses menembus toko buku nasional, Gramedia Pustaka Utama.

Berbeda dengan sekadar romansa biasa, "The Spark Between Us" membawa pesan mendalam tentang self-love dan keberanian mengambil kesempatan kedua.

Cerita berpusat pada sosok Hanna Schulz, seorang penyanyi yang terjebak skandal dengan menteri muda, Adrian Wiratama.

Pelarian Hanna ke Jerman mempertemukannya dengan Julien Renier, seorang profesor muda yang mengajarkannya bahwa cinta seharusnya memulihkan, bukan menghancurkan.

Vira mengeksplorasi bagaimana seseorang berdamai dengan luka masa lalu dan memilih jalan hidup yang autentik.

Bagi Vira, proses kreatif novel ini dimulai pada Mei 2024 dan rampung pada Oktober 2024. 

Menulis bukan dianggap sebagai beban tambahan, melainkan sebuah pelarian yang konsisten dari kepenatan riset doktoral.

"Kadang, informasi atau pesan moral lebih mudah diterima saat dibalut dengan storytelling yang hangat. Bagi saya, menulis adalah cara untuk tetap hidup dan menyimpan jejak momen agar tidak hilang ditelan waktu," jelas penulis yang juga dikenal lewat karya Somewhere in Paris dan Remember Amsterdam ini.

Sebagai seorang pendidik, Vira memberikan tips praktis bagi generasi muda Mataram yang ingin mengikuti jejaknya. Menurutnya, ada dua pilar utama, yakni membaca (sebagai bahan bakar imajinasi dan memperkaya kosakata) dan keberanian memulai (memanfaatkan platform online sebagai wadah berekspresi sebelum masuk ke dunia penerbitan mayor).

Vira menekankan bahwa menulis adalah cara terbaik untuk berdialog dengan diri sendiri sekaligus mengasah peka rasa terhadap lingkungan sekitar. 

Melalui karya lintas genre yang ia geluti, ia berharap budaya menulis di Kota Mataram terus bertumbuh subur.

 

Dukungan Perpustakaan Kota Mataram 

Bedah buku “The Spark Between Us’’‎ karya Vira Safitri ini digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram di Gedung Perpustakaan Kota pada Rabu (11/2) pagi tadi. 

Hadir lebih dari 50 peserta yang berasal dari Komunidas Kumpul Baca Kota Mataram. Mereka begitu antusias bertemu dan mendengar kisah penulis dan membedah isi novel dengan pertanyaan serius sekaligus konyol untuk membuat penulis mengaku tentang sosok nyata yang mungkin mengalami kisah yang sama seperti cerita dalam novel.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, H Carnoto SKM, M., dalam sambutan membuka acara bedah buku menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bedah buku yang digelar Perpustakaan Kota Mataram. Terutama antusias anak muda yang hadir hampir 50 orang mengikuti acara.

"Ini artinya minat baca dikalangan anak muda masih sangat besar dan perpustakaan akan memfasilitasi penulisan muda terutama asli putra daerah," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Deposit dan Pengolahan Bahan Pustaka Diarpus Kota Mataram, Hj Kartina SS., selaku inisiator dan pelaksana acara Bedah buku “The Spark Between Us’’‎ karya Vira Safitri berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara kontinyu, guna mengakomodir dan memberi ruang kepada para penulis Kota Mataram yang bukunya sudah terbit serta menjadi Koleksi Perpustakaan Kota Mataram. 

Penulis novel Vira Safitri membagikan buku novel karyanya kepada lima orang peserta bedah buku.
Penulis novel Vira Safitri membagikan buku novel karyanya kepada lima orang peserta bedah buku.

"Saya sangat gembira juga bahwa kegiatan ini diapresiasi positif oleh para peserta. Bahkan ada yang langsung mengajak kolaborasi untuk kegjatan serupa dengan menghadirkan penulis novel lainnya," ungkap Kartina.

Untuk diketahui bahwa sebagian besar pengunjung Perpustakaan Kota Mataram sangat menggandrungi bacaan fiksi. Sehingga akhir tahun 2025 Perpustakaan Kota Mataram menambah koleksi buku buku fiksi terbaru. 

"Ketika buku ini dipajang di rak pengunjung sampe berebutan dan antre untuk beberapa novel.best seller," jelas Kartima . 

Saat ini jumlah koleksi novel terbaru Perpustakaan dan siap dipinjamkan sebanyak 145 judul 159 eksemplar.

Kartina juga menjelaskan, pemberian ruang untuk penulis Kota Mataram juga selaras dengan adanya Rak Bacaan Koleksi Khusus Lokal Mataram, dimana Rak ini khusus menyediakan koleksi bacaan tentang Mataram dan hasil karya penulis asal Mataram juga buku bacaan dari instansi dan organisasi lingkup Kota Mataram.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kota Mataram #Vira #Bedah Buku #Safitri #perpustakaan #penulis #novel