Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Netanyahu Ancam Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: “Saya Tak Akan Beri Asuransi Nyawa”

Kimda Farida • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:50 WIB

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, kini sedang memulihkan diri dari keracunan makanan. (foto X @ilmfeed)
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, kini sedang memulihkan diri dari keracunan makanan. (foto X @ilmfeed)

LombokPost--Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan ancaman tersirat terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah memanasnya perang udara antara Israel dan Iran yang telah berlangsung hampir dua pekan.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak perang dimulai, Netanyahu menyatakan tidak akan memberikan “asuransi nyawa” kepada para pemimpin kelompok yang ia sebut sebagai organisasi teroris.

Pernyataan itu muncul ketika ia ditanya mengenai kemungkinan tindakan Israel terhadap Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hezbollah, Naim Qassem.

“Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk para pemimpin organisasi teroris,” kata Netanyahu. “Saya tidak berniat memberikan laporan rinci tentang apa yang akan kami lakukan.”

Iran Disebut “Tak Lagi Sama” Setelah Serangan Israel

Netanyahu mengklaim Iran telah mengalami pukulan besar setelah hampir dua minggu bombardir udara yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat.

Menurutnya, serangan tersebut telah melemahkan pasukan elit Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps dan milisi paramiliter Basij.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi, Golkar NTB Kebut Muscam di 117 Kecamatan

“Iran sekarang bukan lagi negara yang sama seperti sebelumnya,” ujar Netanyahu.

Serangan ini sendiri dipicu setelah Israel membunuh pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, pada awal perang.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari kelompok Hizbullah yang didukung Iran, yang mulai menembakkan roket pada 2 Maret.

Sirene Rudal Iran Terdengar Saat Netanyahu Bicara

Situasi semakin tegang ketika sirene peringatan serangan rudal dari Iran terdengar di berbagai wilayah Israel bagian tengah saat Netanyahu masih memberikan keterangan kepada media melalui sambungan video.

Israel menyatakan tujuan utama serangan ke Iran adalah menghancurkan program nuklir dan rudal balistik Tehran yang dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi negara Yahudi tersebut.

Israel Ingin Rezim Iran Tumbang

Selain menghancurkan fasilitas militer, Netanyahu juga mengisyaratkan tujuan lebih besar: mendorong rakyat Iran menggulingkan pemerintahan ulama di Tehran.

Namun ia mengakui bahwa perubahan rezim sepenuhnya bergantung pada rakyat Iran sendiri.

“Sebuah rezim dijatuhkan dari dalam,” kata Netanyahu. “Kami menciptakan kondisi optimal untuk menjatuhkannya, dan kami pasti membantu.”

Meski demikian, Netanyahu mengakui tidak ada jaminan bahwa pemerintah Iran akan runtuh dalam waktu dekat.

Tidak Ada Tanda Protes di Iran

Di sisi lain, meski sebagian warga Iran dilaporkan menginginkan perubahan dan ada yang merayakan kematian Ali Khamenei, hingga kini belum terlihat gelombang protes besar sejak perang dimulai.

Baca Juga: KPK Tahan Mantan Menag Yaqut Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Konflik yang terus meningkat ini dikhawatirkan dapat memicu eskalasi perang regional yang lebih luas di Timur Tengah.

Editor : Kimda Farida
#pemimpin Iran baru #Mojtaba Khamenei #Perang Iran Israel #Benjaman Netanyahu