Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, personel Polda NTB bersama jajaran Polresta Mataram disiagakan di sejumlah titik strategis. Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Rinjani 2026.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid menegaskan bahwa fokus utama pengamanan adalah menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan seluruh peserta.
“Pengamanan dilakukan secara maksimal, agar seluruh rangkaian pawai takbiran berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Pawai takbiran berlangsung di sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Pejanggik Cakranegara, simpang empat Sweta, kawasan Selaparang, Rembiga, hingga Ampenan. Petugas tampak berjaga di setiap persimpangan dan titik rawan kepadatan.
Di Kecamatan Ampenan, pawai diikuti 47 kafilah dengan sekitar 4.500 peserta. Rute dimulai dari Taman Jangkar, melintasi Jalan Yos Sudarso, hingga finis di depan Mapolda NTB.
Sementara itu, Kecamatan Selaparang menjadi titik dengan jumlah peserta terbanyak. Sekitar 10.530 orang dari 40 kafilah memadati jalur dari Jalan Udayana hingga Bundaran eks Bandara Selaparang.
Kecamatan Sandubaya juga tak kalah semarak dengan sekitar 5.700 peserta dari 37 kafilah yang berjalan dari depan GOR menuju Tugu TUNGU. Di Cakranegara, sebanyak 26 kafilah dengan sekitar 4.050 peserta memadati Jalan Pejanggik hingga simpang empat.
Selain itu, pawai di Kecamatan Mataram dan Sekarbela juga berlangsung lancar. Meski arus lalu lintas sempat padat, kondisi cepat terurai berkat pengaturan petugas di lapangan.
“Personel kami tersebar di seluruh titik pengamanan, untuk memastikan masyarakat bisa merayakan malam takbiran dengan nyaman,” kata Kholid.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan dan keselamatan selama perayaan Idul Fitri,” pungkasnya.
Editor : Marthadi