Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketegangan Meningkat, Iran Pantau Pergerakan Pasukan Amerika di Perbatasan

Redaksi Lombok Post • Rabu, 25 Maret 2026 | 22:58 WIB

Serangan rudal ke 62 Iran ke target Israel dan Amerika.
Serangan rudal ke 62 Iran ke target Israel dan Amerika.
LombokPost— Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengeluarkan peringatan keras kepada Pemerintah Amerika Serikat terkait peningkatan aktivitas militer di kawasan Asia Barat.

Teheran menegaskan bahwa mereka memantau secara saksama setiap pergerakan pengerahan pasukan AS yang dinilai dapat memicu eskalasi lebih lanjut.

Melalui unggahan di platform media sosial X pada Rabu (25/3/2026), Qalibaf memberikan respons terhadap laporan intelijen terbaru mengenai mobilisasi personel militer Amerika Serikat di sekitar wilayah perbatasan Iran.

Qalibaf menekankan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap upaya apa pun yang dianggap mengancam kedaulatan wilayahnya. Ia juga memberikan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri yang sedang dijalankan oleh Washington dan sekutunya.

“Kami memantau ketat semua pergerakan AS di kawasan ini, terutama pengerahan tentara mereka,” tulis Qalibaf.

Ia menambahkan peringatan strategis dalam unggahannya: “Apa yang telah dirusak oleh para jenderal, tidak dapat diperbaiki oleh para tentara; sebaliknya, mereka hanya akan menjadi korban dari khayalan Netanyahu. Jangan menguji tekad kami untuk membela tanah air kami.”

Pernyataan ini muncul 26 hari setelah dimulainya agresi militer gabungan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Situasi kian kompleks menyusul klaim dari Presiden AS Donald Trump mengenai adanya tawaran negosiasi dengan Republik Islam Iran.

Meski demikian, hingga saat ini otoritas di Teheran belum memberikan konfirmasi resmi terkait proposal pembicaraan tersebut. Sejumlah analis menduga bahwa usulan tenggat waktu lima hari untuk berdialog yang dilontarkan Trump hanya merupakan taktik untuk menutupi rencana tindakan militer yang lebih besar, termasuk spekulasi mengenai target strategis di Pulau Kharg.

Laporan dari Pentagon menunjukkan bahwa sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS telah diperintahkan untuk dikerahkan ke kawasan tersebut. Pergerakan ini langsung direspons oleh kekuatan maritim Iran.

Berdasarkan laporan resmi, unit rudal Angkatan Laut Iran dilaporkan telah menargetkan kelompok serang USS Abraham Lincoln. Operasi taktis tersebut memaksa gugus tugas angkatan laut Amerika Serikat untuk segera mengubah posisi koordinat mereka guna menghindari konfrontasi langsung di perairan internasional.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #amerika #iran