LombokPost-Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi FISIPOL UMMAT berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Mataram (PCM). Mereka menggelar edukasi pemanfaatan media sosial dan informasi digital bagi warga Muhammadiyah.
Kegiatan berlangsung di Musala An Nur BTN Jempong Permai, 29 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi FISIPOL UMMAT.
Kegiatan dihadiri unsur jamaah dan pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamatan Mataram. Pelaksanaan berjalan lancar. Peserta mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media digital.
Baca Juga: Pelajar NTB Unjuk Nyali di Panggung Teater, UMMAT Dorong Seni Pelajar Naik Kelas
Ketua tim pengabdian Iskandar mengatakan, edukasi penggunaan media digital sangat penting bagi jamaah dan masyarakat umum. Menurut dosen Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi UMMAT itu, masyarakat perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam menggunakan media digital.
Tanpa keterampilan dan pengetahuan yang mendalam, pengguna bisa terjebak dalam penggunaan maupun distribusi informasi yang salah.
"Informasi di media digital sangat banyak. Karena itu, membutuhkan kemampuan menyaring informasi yang layak digunakan," katanya.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Mataram Prof Dr Gazali juga menilai edukasi media sosial penting dilakukan. Menurut dia, kegiatan seperti ini dapat menjaga kekompakan dan membangun kebersamaan di tengah ruang digital yang penuh informasi.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan. Tujuannya, membangun sinergi positif antara kampus dan Muhammadiyah.
Baca Juga: Pelajar NTB Unjuk Nyali di Panggung Teater, UMMAT Dorong Seni Pelajar Naik Kelas
Kegiatan edukasi ini mendapat respons positif dari peserta. Pengurus PCM Dedi Iswanto mengatakan, diskusi yang sinergis antara kampus dan cabang-cabang Muhammadiyah penting dibangun. Terutama untuk menjaga relasi dan memperkuat konsolidasi jamaah agar tetap solid.
Peserta berharap pembinaan pemanfaatan media sosial dan informasi digital bagi jamaah dapat meningkatkan literasi digital. Dengan begitu, jamaah bisa menggunakan media sosial secara bijak, aman, dan produktif.
Kegiatan ini juga diharapkan memperluas syiar dan dakwah Islam. Informasi keagamaan, jadwal kajian, dan kegiatan masjid dapat disebarkan lebih cepat dan luas.
Selain itu, komunikasi dan koordinasi antarjamaah menjadi lebih mudah dan efisien. Edukasi ini juga membantu mencegah penyebaran hoaks dengan meningkatkan kemampuan memilah informasi yang benar.
Pemanfaatan media sosial dinilai dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Sebab, informasi disampaikan melalui platform yang mereka gunakan sehari-hari.
Di sisi lain, kegiatan ini mendukung transparansi organisasi jamaah. Media sosial juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan diri melalui akses terhadap berbagai konten keagamaan yang terpercaya.
Editor : Akbar Sirinawa