LombokPost-Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mengambil tindakan tegas terhadap maraknya konten pemasaran digital sejumlah hotel melati yang dinilai melanggar norma kepatutan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah strategi promosi Hotel Solas Mataram di media sosial, yang menggunakan diksi vulgar demi menggaet tamu.
Konten marketing yang dipersoalkan tersebut memuat narasi sensual dan provokatif, seperti jaminan "buat pacar aman? Buat bekarongan", hingga perbandingan kontroversial "daripada di semak-semak, lebih baik di dalam hotel". Diksi promosi yang cenderung menjurus pada ajakan asusila ini dinilai telah mencederai citra pariwisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, pihaknya telah melakukan penertiban. Dispar telah memanggil dan menemui langsung pihak pengelola serta manajemen hotel di lapangan guna memberikan teguran lisan sebagai bentuk langkah pembinaan.
"Kami sudah bertemu dengan pengelolanya di sana untuk menyampaikan langsung kepada pemilik hotel agar segera men-take down (menurunkan) konten-konten yang tidak sesuai norma kepatutan tersebut," kata Cahya.
Cahya memaparkan, berdasarkan hasil pantauan jajarannya, terdapat puluhan konten serupa yang beredar di ranah publik digital. Ia menyatakan pemerintah sama sekali tidak melarang pelaku usaha, termasuk melalui asosiasi seperti AHM (Asosiasi Hotel Mataram) dan pegiat perhotelan lainnya, untuk melakukan media promosi.
"Tidak ada yang salah dengan maksud bertahan hidup. Banyak analoginya, tapi jangan sampai demi bertahan hidup justru merusak hidup dan merusak norma-norma sosial. Di area publik, kita harus bisa memilah dan memilih mana konten yang sesuai dengan asas kesopanan," tegasnya.
Terpisah, Kasat Pol PP Kota Mataram Irwan Rahadi menegaskan, strategi pemasaran digital yang digunakan hotel tersebut sangat tidak etis dan memicu kegaduhan. Pihaknya mengaitkan tindakan ini dengan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).
"Anggota sudah mendatangi pihak manajemen untuk melakukan tindakan pembinaan pertama," terangnya.
Pasca sidak tersebut, manajemen Hotel Solas dilaporkan telah menghapus (take down) seluruh konten kontroversial itu dan menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkot. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kendati demikian, Irwan memberikan sinyal ancaman berat jika pelanggaran serupa kembali terulang.
Baca Juga: Heboh Konten Promosi Hotel Berdiksi Tak Senonoh di Medsos, Legislator PPP Mataram Angkat Bicara!
“Ini kan proses pembinaan. Tapi kalau nanti mereka masih melakukan hal seperti itu, kita bisa melakukan penutupan terhadap operasional hotel ini," ancamnya.
Peringatan keras ini juga dialamatkan kepada seluruh pengelola penginapan di Kota Mataram. Irwan meminta pelaku usaha tidak sekadar mengejar popularitas dan viralitas instan dengan menabrak norma sosial.
"Silakan berpromosi, tetapi lakukan dengan cara-cara yang beretika. Jangan hanya mengejar popularitas, hanya ingin viral dan menjadi sorotan publik dengan cara yang tidak pas," jelasnya.
Menjawab teguran tersebut, Staf Hotel Solas Mataram Dika menyampaikan, permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat. Ia berdalih, penggunaan diksi vulgar dan provokatif dalam materi pemasaran tersebut murni strategi bisnis untuk menarik minat calon konsumen, tanpa ada tendensi negatif lainnya.
"Sudah kami take down. Lihat saja di postingan sosial media kami sudah tidak ada lagi. Mohon maaf sudah menimbulkan kegaduhan. Itu sebenarnya hanya untuk menarik tamu saja, untuk promosi. Tidak ada maksud lain," ujarnya.
Pihak hotel mengaku menerima pembinaan dari pemerintah daerah dan berkomitmen untuk mengevaluasi strategi pemasaran digital mereka ke depan agar lebih selaras dengan norma dan etika kesopanan masyarakat setempat.
Editor : Akbar Sirinawa