LombokPost - Taman Sangkareang, Kota Mataram, menjadi panggung edukasi antikorupsi bagi masyarakat melalui kegiatan nonton bareng (nobar). Film ini digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bersama Pemerintah Kota Mataram.
“Ini menjadi kegiatan yang sangat kuat karena dilakukan langsung bersama masyarakat,” kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana yang ikut membaur bersama warga nonton bareng, Sabtu malam (13/6).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) yang digelar KPK di berbagai daerah. Di tengah ramainya warga yang menghabiskan akhir pekan bersama keluarga dan anak-anak yang bermain di kawasan taman, sebuah layar besar menayangkan film-film pendek bertema integritas dan antikorupsi.
Kegiatan itu berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati area nobar. Tiga film pendek diputar dalam kegiatan tersebut, yakni Pirates of Sepuluh Ribuan, Rahasia Umum, dan Review Klinik Baru.
Masing-masing film berdurasi sekitar 15 menit. Mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pelayanan publik, dunia kesehatan, hingga pentingnya membangun karakter antikorupsi sejak usia dini.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Para pengunjung yang sebelumnya menemani anak-anak bermain turut menyaksikan film-film edukatif tersebut bersama Wali Kota, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI Wawan Wardiana, serta jajaran Pemerintah Kota Mataram.
“Tidak hanya menyasar penyelenggara pemerintahan, tetapi juga memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.
Mohan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan. Program tersebut dinilai mampu menyentuh langsung masyarakat melalui pendekatan yang sederhana namun efektif.
“Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi membawa misi penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menilai upaya membangun budaya antikorupsi harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pendekatan edukatif melalui media film menjadi salah satu cara efektif menyampaikan pesan integritas kepada masyarakat secara lebih mudah dipahami.
Baca Juga: Takut Dicap Gila? RSUD H Moh Ruslan Hadirkan Komandan Melati, Solusi Curhat Tanpa Dihakimi
“Harapannya, masyarakat semakin memahami pentingnya nilai-nilai antikorupsi dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (zad/r9)