Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

CIMB Niaga Kucurkan Rp 1,3 Miliar untuk UMKM Perempuan dan Disabilitas

Chia • Senin, 29 Juni 2026 | 09:17 WIB

 

Sesi pameran UMKM saat acara Graduation Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4 di Mataram, Sabtu (27/6).
Sesi pameran UMKM saat acara Graduation Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4 di Mataram, Sabtu (27/6).

 

PT Bank CIMB Niaga Tbk bersama Berdaya Bareng sukses menggelar Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim ke-4 untuk memberikan pelatihan dan akses pembiayaan tanpa bunga bagi 57 UMKM terpilih di wilayah Indonesia Timur, termasuk Lombok.

Inisiatif ini difokuskan untuk meruntuhkan tembok keterbatasan modal bagi pelaku usaha perempuan dan penyandang disabilitas demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

SANCHIA VANEKA, Mataram 

LANGKAH kaki sekelompok perempuan siang itu terasa lebih ringan. Mereka adalah bagian dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan intensif. Melalui Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim ke-4 yang diinisiasi oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bersama mitra pelaksana Berdaya Bareng, asa baru ditiupkan ke dalam usaha-usaha kecil yang mereka rintis dari rumah.

Bagi pelaku UMKM perempuan dan penyandang disabilitas di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Lombok, tantangan terbesar acapkali bukan terletak pada ketiadaan ide atau semangat, melainkan pada dinding tebal bernama akses permodalan. Jerat modal yang ramah sering kali sulit dijangkau. Kehadiran program ini mencoba meruntuhkan pembatas tersebut dengan menyediakan pendampingan lanjutan berupa pembiayaan tanpa bunga serta dukungan nonfinansial.

Baca Juga: Dukung Eko-Eduwisata, CIMB Niaga Perluas Konservasi Bambu Berbasis Masyarakat di Lombok Tengah

Dari total 284 pelaku UMKM yang ikut serta dalam fase pelatihan di berbagai daerah baru tahun ini—seperti Banjarmasin, Pontianak, Kendari, dan Lombok terpilih 57 UMKM yang berhak menerima dukungan permodalan tersebut. Istimewanya, 12 di antaranya merupakan pelaku usaha lokal yang lahir dan berkembang di Lombok.

Lombok sendiri dipilih sebagai wilayah prioritas bukan tanpa alasan. Pulau ini menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah sekaligus peluang besar untuk pengembangan ekonomi berbasis lingkungan. Lewat sentuhan program ini, para pelaku usaha lokal didorong untuk tidak sekadar mencari untung, tetapi juga jeli memanfaatkan potensi daerah agar mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi berkelanjutan di NTB.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei, menjelaskan inisiatif ini berakar dari semangat Advancing Customers & Society. Sebuah komitmen untuk bergerak maju bersama masyarakat, mendampingi mereka menjemput mimpi dan mandiri secara finansial.

Baca Juga: NIB Jadi Pintu UMKM Lotim Naik Kelas

“Melalui program ini, kami membekali UMKM dengan pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan. Kami berharap para pelaku UMKM ini tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan dan komunitas sekitarnya,” ujarnya, Sabtu (27/6). 

 

Secara global, program ini turut menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8, demi terciptanya pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2022, program kolaboratif ini telah menjelajahi sudut-sudut Indonesia Timur, mulai dari kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa, Takalar), Toraja, Manado, Samarinda, Balikpapan, hingga Kupang. Total sebanyak 979 pelaku UMKM telah mengecap pelatihan, dan sekitar 150 di antaranya telah berhasil dibukakan pintu akses permodalan.

“Kita sampai musim ke empat ini sudah Rp 1,3 miliar lebih,” ucapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder Berdaya Bareng Pratiwi Hamdhana mengatakan, dari seratusan pendaftar di NTB, terjaring 15 UMKM lokal yang didominasi oleh kaum perempuan.

“Kriteria pertama tentu komitmen mereka dari awal sampai selesainya program. Kami juga melihat bagaimana mereka mengerjakan tugas, mengubah model bisnis, hingga melakukan pitching proposal usaha,” ujarnya. 

Pratiwi menambahkan, para peserta yang lolos tidak serta-merta langsung dilepas. Tim pelaksana melakukan survei lokasi secara langsung untuk memastikan kelayakan usaha sebelum berdiskusi dengan CIMB Niaga terkait nominal bantuan. Uniknya, tidak semua pelaku usaha membutuhkan suntikan dana segar.

Baca Juga: CIMB Niaga Perluas Layanan dan Akses Perbankan

“Ada sekitar 14 pelaku usaha perempuan yang justru tidak butuh modal finansial. Yang mereka inginkan adalah pelatihan dan bimbingannya,” imbuhnya.

Bagi yang menerima bantuan finansial, dana tersebut murni bersifat pinjaman tanpa bunga. Sepanjang musim ke-4 ini, total anggaran yang dikucurkan telah mencapai lebih dari Rp 500 juta, dengan rincian Rp 270 juta untuk bantuan finansial dan sisanya dialokasikan dalam bentuk dukungan nonfinansial. (chi) 

Editor : Jelo Sangaji
#CIMB NIAGA #BERDAYA BARENG #UMKM #UMKM Naik Kelas #Indonesia Timur